...

Monday, July 16, 2012

Jadilah Dirimu

Aku bebas menentukan masa depanku
Engkau bebas menentukan masa depanmu
Tanpa harus tunduk pada Koloni
Tanpa harus menyesal pada belenggu ilusi

Engkau yang cintanya tulus tak boleh mati
Engkau yang hatinya suci tak boleh berhenti hanya karena tak mengerti
Merdekalah ...
Semerdeka-merdekamu menghadapi kehidupanmu, karena ini adalah perjalananmu sendiri

Biarkanlah mereka yang berkuasa berbuat semaunya pada dunia
Ikuti jika itu benar, tinggalkan saja jika tak memberi makna
Bayangan akan masa lalu dan tantangan dari masa depan
Tak sesempit cara berfikir apa yang mungkin dilakukan manusia



Lihatlah dunia dari orang-orang yang tak seberuntung dirimu agar engkau pandai bersyukur
Raihlah akhiratmu dengan belajar pada yang pandai agar tak tersesat jalanmu
Ketulusan dan keikhlasan , dua sahabat yang akan menuntunmu
Sampai tempat terakhir di ujung pertemuanmu dengan dunia , di alam kubur

Amalmu adalah investasimu, kebaikanmu adalah tabunganmu
Menjadi manusia yang tak selalu sama dengan arus tidak lah mengapa
Selama nurani tetapi kuat bisikannya dapat kau rasa
Semoga perjalananmu tetap pada lorong untuk mencapai nirwana

Monday, June 25, 2012

Aku siapa ... Kamu siapa ... Kita siapa



Aku
Aku, kamu
Aku, kamu, kita
Aku siapa ... Kamu siapa  ... Kita siapa
Apakah aku Raja
Apakah engkau Pemimpin dunia
Apakah kita segerombolan orang yang buta
Gelap pada cahaya cinta, buta pada sinar mentari yang setiap paginya

Sebenarnya apa ini dunia, sebenarnya apa ini nyata
Untuk apa harus ada manusia
Jika manusia tidak bisa menundukan dunianya
Kemilau semu yang bukan apa-apanya jika dibanding dengan kemuliaan ciptaan manusia

Manusia Mulia ... manusia hina
Bukan aku dan bukan kamu yang sebenarnya
siapa sebenarnya kita, juga masih belum semua mengerti
deretan nama yang hanya dikenali pada batas dimensi
yang tak akan dikenali jika engkau telah beralih
jadi siapakah identitas manusia itu

ah ... sebenarnya juga karena dunia kita menjadi buta
tetapi dunia tak sepenuhnya keliru
yang keliru hanya karena engkau tak mampu melawan nafsumu
potensi yang seperti dua bilah mata pisau

bukan perkara siapa aku
bukan masalah siapa kamu
dan bukan apa-apa tentang siapa kita semua
amal baikmu lah yang menjadi kualitas manusiamu
berbaik sangka pada dunia dan jangan merusaknya

Perjalanan ini akan indah jika bibit indah yang kau tanam pada otakmu
Pandanganmu akan menjadi luas saat engkau dapat menguasai cakrawala ilmu-Nya
Hatimu akan lunak jika cinta dan kasih sayang lah yang bersemayam padanya
Manusiamu adalah manusia yang mulia saat Cahaya Tuhan tetap dalam pada nurani

Sunday, June 3, 2012

Hidup itu laku bukan pelaku

hidup itu laku bukan pelaku
urip kuwi nglakoni dudu lakon

hidup itu menjalani segala hal yang telah digariskan
dengan cara pandang yang tidak hanya dunia
tetapi juga keseluruhan alam yang telah Tuhan terangkan
tentang alam yang Tuhan juga telah janjikan

naiklah ditemapat yang tinggi maka engkau akan lebih dapat melihat dengan sudut yang lebih luas
naiklah ke cara berfikir yang lebih tinggi
maka engkau akan lebih mudah melihat kebijaksanaan
lebih mudah melihat kecilnya dunia
yang tak pantas untuk terlalu kau andalkan akan kesombongan

hidup adalah menyusuri alam semesta dengan daya
dan bekal yang kau miliki untuk berbakti pada Tuhan
pada Allah yang memiliki segala
dan yang mengetahui apa yang manusia tak mengetahuinya

Teruskanlah jalanmu
jangan berhenti karena engkau tak mengetahui hasil akhirnya
tingkatkan derajatmu dan semoga Allah juga menaikkan derajatmu
pada siang, pada malam
pada senja, pada petang
belajarlah mengerti Allah dari mereka

Pohon, Gunung, laut dan lebatnya hutan belantara
kicau burung, derik jangkrik dan sayup sayup suara mereka
adalah pesan pada manusia bagi mereka yang mau membaca
jika gelap mengurungmu, bukanlah gelap yang kau hadapi
karena engkaulah cahaya



Friday, June 1, 2012

B A T A S

Bagaimana aku akan mengerti kehidupan jika aku tak memperlajarinya.
membaca lebih jauh tentang makna, tersirat, tersurat dan segala hal yang dapat kita lihat dan rasakan
terima kasih kepada segala hal yang menuntunku untuk mendapatkan-Mu
dan berbaik sangkanya manusia pada adanya adalah hal yang bermakna

aku berbicara pada hal yang tak biasa orang berbicara
aku bercerita pada kesepian jika telah datang waktu pada kehampaan
pada daun, pada senja
saat dunia melamun aku sengaja bertanya

pagi yang menyapa hari ini berbicara
entah cerah, entah mendung
angin yang tertiup dan menyentuh raga
baik saat duka suka yang terus terkurung

Aku yang sampai detik ini masih mengembara akan terus mengembara
karena yakinku tak akan terkalahkan oleh dunia
kemaha-Esa an Nya yang menguasai segala alam semesta dan isinya
karena Tuhan tak berbatas mengapa kita membatasi diri
untuk hal yang benar, untuk hal yang baik, untuk hal yang bermanfaat.

malam dan siang bukanlah dikotomi antara sinar dan kegelapan
sinar dan gelap hanya ada pada dimensi ruang dan waktu tertentu
tidak mutlak dan sangat relatif keadaannya
punhalnya dengan bagaiman kita melihat setiap hal, bisa jadi gelap bisa jadi sinar terangnya



Tuesday, May 15, 2012

GEMBALA PAJAJARAN

Suatu saat nanti akan banyak hal yang ditemui, sebagian-sebagian. Sebab terlanjur dilarang oleh Pemimpin Pengganti! Ada yang berani menelusuri terus menerus, tidak mengindahkan larangan, mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa. Dialah Anak Gembala. Rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi batu, tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang. Apa yang dia gembalakan? Bukan kerbau bukan domba, bukan pula harimau ataupun banteng. Tetapi ranting daun kering dan sisa potongan pohon. Dia terus mencari, mengumpulkan semua yang dia temui. Tapi akan menemui banyak sejarah/kejadian, selesai jaman yang satu datang lagi satu jaman yang jadi sejarah/kejadian baru, setiap jaman membuat sejarah. setiap waktu akan berulang itu dan itu lagi.






dicuplik dari Uga Wangsit Siliwangi
http://3kun.blogspot.com/2010/04/uga-wangsit-siliwangi.html

Monday, May 14, 2012

Konteks Indonesia secara Filosofis dan Ruhaniyah


Secara filosofis dan historis, apa yang telah dirumuskan oleh paraFounding Fathers Republik Indonesia menjadi Panca Sila, apakah secara langsung atau tidak, mungkin terinspirasi atau ada kemiripan (paralelisme) dengan konsep Plato tentang “Negara Ideal” yang tertulis dalam karyanya “Republic”. Konsep Plato tentang sistem kepemimpinan masyarakat dan siapa yang berhak memimpin bangsa, bukanlah berdasarkan sistem demokrasi formal-prosedural yang liberal ala demokrasi Barat (Amerika) saat ini. Secara sederhana konsep kepemimpinan Platonis adalah “King Philosopher” atau “Philospher King”. Konsep ini Plato dapatkan dari kisah tentang sistem pemerintahan dan negara Atlantis.

Menurut Plato suatu bangsa hanyalah akan selamat hanya bila dipimpin oleh orang yang dipimpin oleh “kepala”-nya (oleh akal sehat dan hati nuraninya), dan bukan oleh orang yang dipimpin oleh “otot dan dada” (arogansi), bukan pula oleh “perut” (keserakahan), atau oleh “apa yang ada di bawah perut” (hawa nafsu). Hanya para filosof, yang dipimpin oleh kepalanya, yaitu para pecinta kebenaran dan kebijaksanaan-lah yang dapat memimpin dengan selamat, dan bukan pula para sophis (para intelektual pelacur, demagog) seperti orang kaya yang serakah (tipe Qarun, “manusia perut” zaman Nabi Musa), atau tipe Bal’am (ulama-intelektual-penyihir yang melacurkan ilmunya kepada tiran Fir’aun). Plato membagi jenis karakter manusia menjadi 3: “manusia kepala” (para filosofof-cendikiawan-arif bijaksana), “manusia otot dan dada” (militer), dan “manusia perut” (para pedagang, bisnisman-konglomerat). Negara akan hancur dan kacau bila diserahkan kepemimpinannya kepada “manusia otot-dada” atau “manusia perut”, menurut Plato.




Dr. Jalaluddin Rakhmat menjelaskan dalam konteks terminologi agama mutakhir: Islam, istilah Philosophia atau Sapientia, era Yunani itu identik dengan terminologi Hikmah dalam al-Qur’an. Istilah Hikmahterkait dengan Hukum (hukum-hukum Tuhan Allah SWT yang tertuang dalam Kitab-Kitab Suci para Nabi dan para Rasul Allah, utamanya Al-Qur’an al-Karim, dan Sunnah Rasulullah terakhir Muhammad SAW, yang telah merangkum dan melengkapi serta menyempurnakan ajaran dan hukum rangkaian para nabi dan rasul Allah sebelumnya. Hukum yang berdasarkan dan bergandengan dengan Hikmah, bila ditegakkan oleh para Hakim dalam sebuah sistem Hukumah (pemerintahan) inilah yang akan benar-benar dapat merealisasikan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah-kebijaksanaan dalam permusyawaratan-perwakilan, serta Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Maka semakin jelaslah mengapa konsep kepemimpinan berdasarkan Panca Sila itu terkait erat dengan konsep kepemimpinan negara versi Plato, karena ia mengambilnya dari peradaban tertua yang luhur dari peradaban umat manusia pertama (Adam As dan keturunannya) yang mendapat hidayah dan ilmu langsung dari Tuhan YME: Allah SWT. Dan entah benar atau tidak, lokasinya adalah di Nusantara (Asia Tenggara).

Tuesday, May 8, 2012

NGELU(H)

Atas dasar apa anda mengeluh
dengan alasan apa anda meratapi keadaan yang sekarang tak dirasa indah

indah dan tidaknya apa yang terlihat anda dasarkan pada apa
begitukah Tuhan melihatkannya untuk kehidupan anda
bisa jadi memang begitu
bisa jadi tidak seperti yang anda bayangkan, karena jangkauan akalmu tak akan mampu menjangkau kuasa-Nya

mungkin ini alasan anda :
1. aku telah melakukan semua hal hingga habis tenagaku
2. aku telah berjalan sejauh ini yang orang lain belum mencapainya
3. aku telah menghabiskan seluruh hartaku untuk keinginanku
4. telah ku korbankan segalanya agar tercapai cita-citaku
5. atau sebenarnya tidak jelas alasan anda mengeluh

karena anda sebenarnya tidak benar-benar tau mengapa anda harus mengeluh
mungkin anda hanya sedang lelah secara fisik sehingga otak anda tidak dapat melihat sisi lain dari yang sedang dihadapi

Berprasangka baik saja kepada Tuhan
karena yang tak kau ketahuipun , Dia mengetahui
jadi mengapa anda menghardik Tuhan dengan kisah yang telah Tuhan tulis pada kehidupan anda
saat anda merengek, meratap dan mengeluhkan keindahan yang Tuhan siapkan

Sedikit senyum anda semoga menguatkan semangat anda untuk bangkit
jika kelam itu tak kunjung hilang dari penglihatan
dan Tuhan memberikan petunjuk yang baik untuk menguatkan anda melihat sayang-Nya pada manusia
Berjalanlah kembali, biar esok menjawab apa yang "jati diri" anda inginkan