...

Monday, September 10, 2012

Semau-maumu

***

kalau memang itu maumu
mencari bahagia dengan menuruti nafsu
terserah kamu

pandailah sendiri
dan bodohlah sendiri

kehidupan dan kematian
keuntungan dan kerugian
kau sendiri yang menentukan sesudah Tuhan

ke utara atau ke selatan
cahaya atau kegelapan
kau sendiri yang mengambil keputusan

buat apa ku mengingatkan
kalau Tuhan saja tiada engkau dengarkan
silakan jalan

hebatlah sendiri
dan konyollah sendiri

kenikmatan dan kepuasan
bukanlah pada khayalan
tapi didalam sehatnya akal pikiran

mencari rahasia Tuhan
sejatinya kebahagiaan
memijakkan kaki di bumi kenyataan

lampiaskan semau-maumu
hanyutkanlah diri sesuka-sukamu
telanlah api dunia sekenyangmu
tapi jangan sesalkan akan cepat datang mautmu
 ( Emha ainun nadjib dan Novia kolopaking )

Friday, August 24, 2012

Memandang Dunia dan Akhirat

Satu hal yang hampir selalu dapat kita amati dalam keseharian kita hidup di dunia. Bagaimana kita mengkonotasikan dunia dan bagaimana mengkonotasikan akhirat. Memang kita tidak akan pernah lepas dari diskusi tentang dunia dan akhirat, mau gmn lagi ... memang itulah yang mesti kita hadapi sekarang dan waktu yang akan datang. Dan tidak akan pernah selesai kita membedah keduanya, berbagai macam referensi semakin mematangkan kita memahami dunia bahkan akhirat.
Terlalu jauh jika kita mengangan-angankan akhirat padahal menterjemahkan dunia saja belum tuntas kita di dalamnya. Tetapi tak mengapa jika engkau belum sampai pada pemahamannya pada dunia, minimal semangatmu tak pernah surut untuk mempelajarinya. Belajar tentang apa ini dunia, untuk apa harus ada dunia, dan harus kita apakan dunia ini.
Sederhana saja dalam fikiran kita semua pasti bisa menjawab pertanyaan saya :
1. Bagaimana bayangan kita jika ada kata "Dunia" ... apakah dia sesuatu yang jauh dari kita ? apakah dia berada ditempat yang tinggi diatas kita atau tempat yang kita injak ini dunia itu ?
2. Bagaimana bayangan kita jika ada kata "Akhirat" ... apakah dia sesuatu yang dekat dengan kita ? sesuatu yang tampak dengan horizon pandangan kita atau jauh diatas kita sekarang berapa ?

Saya pikir jawaban kita akan sama tentang 2 pertanyaan itu.

Bahwa dunia ada disekitar kita, ada dibawah kita layaknya bumi yang kita injak. Belajar dari dunia yang dikonotasikan dengan bumi yang kita injak dibawah kita, sebaiknya seperti itu pula kita belajar tentang dunia. Jika engkau berfikir untuk dunia lihatlah kebawah, lihatlah orang - orang atau makhluk lain yang tak seberuntung dirimu saat didunia. Dan akhirat adalah hal yang jauh yang ada diatas kita, konotasi umum itu juga dapat kita ambil pelajarannya bahwa untuk akhirat hendaknya kau melihat ke atas yaitu orang - orang yang ilmunya lebih darimu agar engkau dapat mencapainya (akhirat). Jangan engkau balik cara pandangmu, jika untuk duniamu engkau selalu menengadah (mengejar kekayaan orang yang ada diatasmu) dan tak melihat kebawahmu niscaya engkau akan sulit untuk menjadi orang yang pandai bersyukur. Jangan engkau melihat kebawah (orang-orang yang berpengetahuan sedikit) untuk akhiratmu agar semangat belajarmu tak berhenti karena engkau merasa puas.

Tundukan pandanganmu untuk duniamu...dan junjung pandanganmu setinggimungkin untuk akhiratmu.
Tundukan keinginanmu untuk kesenangan dunia...dan kaitkan perjuanganmu untuk mencapai akhirat.
Taklukan dunia agar engkau tak terperdaya olehnya, agar cinta yang kau dapat murni saat engkau bertemu dengan-Nya.

Teruslah Berjalan ...



gambar = championofdelay.wordpress.com

Monday, August 13, 2012

9 (Sembilan)

1. Pengalaman anda memberi banyak pelajaran.

2. Persepsi anda menentukan perlakuan anda terhadap apa yang anda persepsikan.


3. Segala sesuatu membutuhkan tanggung jawab.


4  Iklas dan sabar menguatkan iman.


5. Rencana kecil akan menjadi besar jika dilakukan, bagaimana dengan rencana besar anda


6. Sugesti positif memberi pengaruh positif, begitu sebaliknya.


7. Sebuah usaha mungkin tidak akan terlihat hasilnya(manfaat) sekarang, tapi nanti.


8. Pengetahuan akan lebih mudah dipahami dengan anda cari daripada sekedar pemberian.


9. Berprasangka baik saja sama Tuhan.





Terus saja berjalan, hingga raga dan fikiranmu tak lagi dapat kau jalankan.

Wednesday, August 8, 2012

Cinta Ibu

Semua ibu didunia ini... sama

seperti garam disana.

meski hanya ada diawal dan diakhir semua masakan

mereka meleburkan jiwanya .

dan memainkan bagian mereka tanpa terlihat.

















Text from : skrip film " Le Grand Chef 2 Kimchi Battle "




Thursday, July 26, 2012

Sluku-sluku bathok


1. Sluku-sluku bathok, bathoke ela-elo (sluku-sluku bathok, bathoknya geleng-geleng-red), berasal dari kata “Usluk fa usluka bathnaka, bathnaka ila Allah” (masuk masuklah bathinmu , bathinmu kepada Tuhan), atau bathinmu harus lailaha illallah. ADa juga yang berpendapat, itu dari kata “Ghuslu Ghuslu Bathnaka…” (sucikanlah batinmu) . Entah mana yang benar, yang jelas, kita juga tahu saat seseorang berdzikir Laa ilaa ha illallah, kepalanya akan bergeleng2 ke kiri ke kanan, persis seperti bathok kelapa yang ela-elo (geleng-geleng). Oya, bathok adalah tempurung kelapa, yang secara filosofi dan bentuknya seperti kepala manusia

2. Sirama menyang sala (bapak pergi ke sala), dari kata Sharimi Yasluka (petik dan ambillah satu jalan masuk) *Tentunya yang dimaksud adalah jalan kebahagiaan dan keselamatan, melalui beragama secara benar, berIslam secara benar.

3. Oleh-olehe payung mutha (oleh-olehnya payung mutha), dari kata “Laailaha illaallah hayun wal mauta”, artinya meng-Esakan Allah dari hidup sampai maut. * Payung mutha adalah payung jadul dari kertas semen yang sangat besar, biasanya untuk mengiringi keranda jenazah.

4. Mak jenthit lolobah, dari kata “mandzalik muqarabah“, artinya maka siapa yang dekat (pada Allah). Mak jenthit juga menunjukkan bahwa nyawa manusia itu singkat, gampang saja putus jika Allah berkehendak.

5. Wong mati ora obah (jasad yang sudah meninggal tidak dapat bergerak), dari kata “hayun wal mauta innalillah”, artinya dari hidup hingga mati adalah milik Allah.

6. Yen obah medeni bocah (kalau dia bergerak akan membuat takut anak-anak), dari kata “mahabbatan mahrajuhu taubah”, artinya kecintaan yang menuju pada taubat


7. Yen urip goleka dhuwit (tapi kalau dia masih hidup, cari uanglah), dari kata “yasrifu innal khalaqna insana min dhafiq” artinya sesungguhnya manusia diciptakan dari air yang memancar. Mungkin yang bait ke tujuh ini ringkasan dari surah At Tariq ayat 6 - 7, Falyandhuri insanu mima khuliqa, khuliqa min maa’in daafiqin (Maka perhatikan manusia dari apa ia diciptakan, ia diciptakan dari air yang memancar).




Hukum - Moral - Taqwa


1. Hukum
Hukum menetapkan tingkah laku mana yang dibolehkan, dilarang atau disuruh untuk dilakukan. Hukum ialah keseluruhan peraturan hidup yang bersifat memaksa untuk melindungi kepentingan manusai di dalam masyarakat (# VAN KAN ). Peraturan dalam menjalankan kehidupan diperlukan untuk melindungi kepentingan dengan tertib. Hukum adalah produk karya dari manusia untuk menciptakan tatanan, tetapi produk dari karya itu sendiri tidak dapat dilepaskan begitu saja pada kepentingan - kepentingan manusia. Kualitas manusia yang baik akan menghasilkan hukum yang baik, begitu juga sebaliknya. Sifat dari hukum manusia itu sendiri juga bersifat linier, jika hukum mengatakan A maka andai orang melakukan B = orang itu dinyatakan melanggar hukum. Kecenderungan manusia untuk memanipulasi hukumpun juga besar baik pada proses pembuatan ataupun tahap pelaksanaan.
2. Moral (etis)
Moral merupakan naluri bawaan yang dibawa oleh manusia secara fitrah penciptaannya. Moral adalah kondisi pikiran, perasaan, ucapan, dan perilaku manusia yang terkait dengan nilai-nilai baik dan buruk (wikipedia). Jika hukum adalah produk manusia maka sifat hukum cenderung eksternal dari diri manusia. Ikatan yang yang dihasilkan hukum cenderung ikatan kasar dengan kakunya aturan hukum. Berbeda dengan moralitas yang memang berasal dari diri manusia sendiri, dia lebih bersifat lembut untuk membisikan kepada tingkah laku manusia. Moral lebih bersifat intim pada kejiwaan manusia karena begitu dekatnya dia dengan manusia. Sebagai contoh : ada atau tiadanya penegak hukum selama dia merasa benar dia tidak akan melakukan hal - hal yang melanggar nilai moral baik. Moral masih dapat dipengaruhi oleh hal-hal eksternal yang menjadikan perilaku manusia pada kemungkinan positif atau negatif, tetapi pada dasarnya bisikan utama pada diri manusia selalu mengarahkan pada hal positif.
3. Taqwa
Taqwa pada umunya diartikan dengan perilaku, sikap yang menjalankan perintah Tuhan dan menjauhi larangan Tuhan. Konsekuensi dari hal tersebut menyebabkan manusia menjadi benar-benar pasrah atau dalam istilah jawa ajor-ajer = hancur dan melebur menjadi satu pada kehendak Sang Maha Tunggal. Setiap Tindakan dan ucapannya adalah wujud kesucian manusia yang terpengaruh oleh hal-hal yang ada disekitarnya. Dia berdiri atas dasar prinsip kebenaran Tuhan dan hal-hal yang diajarkan Tuhan kepadanya tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan tempat dia berada. Jika dia di Dunia maka dia bertanggung jawab atas baiknya alam semesta beserta dengan isinya, baik kepada manusia, hewan tumbuhan dan ciptaan-ciptaan Tuhan lainnya. Keseimbangan antara semua aspek adalah buah dari ketaqwaan seorang hamba kepada Tuhannya, baik untuk dunianya dan baik untuk akhiratnya.

Wednesday, July 18, 2012

Tak Pernah Jauh

Engkau yang sedang sakit
Sesungguhnya sedang dibelai Tuhan dengan lembutnya
Menyadarkanmu akan lembutnya cinta
Yang mungkin tak kau rasakan sebelumnya

Engkau yang sedang berduka
Sesungguhnya sedang ditimang dengan senyum ceria
Dimanja agar engkau tetap ingat pada kesejatiannya
Dan menjaga kesucian dari noda - noda dunia

Engkau yang sedang tertimpa musibah
Sesungguhnya tak perlu merasa resah, apalagi mengumpat amarah
Tuhan sedang mencium kesabaranmu sebagai seorang makhluk
Dengan kadar yang tak mungkin melebihi kemampuan

Engkau yang sedang merasa sendiri
Sesungguhnya tak pernah engkau benar-benar sendiri
Sesunyi-sunyinya waktumu tak mungkin tak ada Tuhan untuk menemani
Bahkan dalam gelap matamupun Dia tetap disini


Lihat saja ... apa yang sebenarnya terjadi.
Tak perlu kuasa tinggi, tak perlu berinjak pada mentari.
Tetap saja belajar pada diri.
Bertahan dengan kesetiaan pada nurani.

Jarak terjauh dari pandangan mata adalah untuk melihat isi hati.
Karena dia tak dapat diindra mata.
Dia tak perlu dinanti, tak perlu diharap akan datang saat nanti.
Sekarang saja Dia sangat dekat denganmu.