...

Thursday, January 20, 2011

Mereka juga punya Cita-Cita


masih terasa lega tawa gembira saat kita semua larut dalam sebuah euforia
kebahagiaan dan kepuasan akan kesengan yang kita rasa
dan semua seakan sirna bersama dengan untaian rasa putus asa ketika apa yang kita terima
tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya
dan semua sibuk dengan segala alasan yang menjadi justifikasi atas ketidak mauan untuk memperbaiki keadaan

Di tempat lain...di sudut Kota besar itu
terlihat satu tetes keringat yang begitu berharga atas apa yang menjadi usahanya
dibalik kaca itu tampak senyum dengan segala kesederhanaan
dibalik kaca itu terlihat harapan atas apa yang dijinjing dalam pundaknya
seonggok jagung yang sedari pagi dibawanya menyusuri jalan itu
menjadi teman bisu yang setia menemani langkahnya
dibalik rinjing berisi jagung itu dia menyimpan satu cinta yang tulus
cinta akan masa depan dan asa bahwa buah hati itu tak harus seperti bapaknya

(Gbr : Lelaki Tua, lautsawu.blogspot.com)

" Biar aku saja yang menderita " begitu katanya...
tanpa pamrih dia sampai larut malam tetap menjajakan jagungnya...
di tengah kebisingan dan lalu lalang kota
dia memutuskan pulang dengan hasil seadanya...tampak memang wajah kecewa
karena dia sadar bahwa yang dia bawa bukan sesuatu yang banyak berharga

Tetapi apa yang dia dapati ketika tiba...
melihat anak-anaknya dapat dengan pulas tertidur malam itu...dia bahagia
sambutan senyum istrinya mengusap kekecewaan yang dia rasa
Alhamdulillah .... kata pertama yang dia ucapkan ketika sesampainya pada cinta yang tulus dia berikan kepada keluarganya
Esok masih banyak harapan yang harus aku taklukan...dengan tegap dia ucapkan dalam batinnya
Tuhan mendekatkan aku pada arti sebuah kehidupan yang tidak hanya berisi dengan isi semu




Monday, January 17, 2011

Eksistensi

Manusia adalah makhluk yang diciptakan sempurna
begitulah Allah menyampaikan kepada kita
Berbeda dengan makhluk Tuhan yang Lainnya
meskipun dia diciptakan sempurna tetapi dia bukanlah yang maha sempurna
dia diciptakan dengan kelengkapan akalnya
meskipun dia pandai tetapi dia bukan maha pandai
manusia memang memiliki kualitas lebih dari makhluk lainnya
malaikat yang kita percaya sebagai makhluk paling taat
pun sujud pada manusia
meskipun dia disembah tetapi dia bukan yang maha disembah
manusia punya kemampuan besar
tetapi dia bukanlah yang maha besar

se Eksist apapun manusia ... manusia tetaplah manusia
dia terbatas dengan segala kesempurnaan
berTuhan berati memasrahkan sesuatu pada yang kita Tuhankan
masih  pantaskah kita Bertuhan pada yang serba terbatas
lebur Ego manusia pada ego Tuhan
lebur Kuasa manusia pada kuasa Tuhan
pasrah pada sang Khaliq akan apa yang telah menyelimuti kita
Dunia ini indah tetapi dia tidak maha indah
manusia yang sempurna dengan segala keterbatasannya

Wednesday, January 12, 2011

Tabir Kehidupan

satu demi satu semua tabir kehidupan ini semakin terungkap
tabir yang tidak semua orang dapat menyibaknya
sebuah selimut kehidupan
dari waktu ke waktu bisa berubah tergantung tubuhnya
tabir ini akan semakin tipis jika kita semakin mengerti makna kehidupan
dan ini semakin tebal jika kita semakin jauh dari-Nya
bermacam dusta bisa mengancam seketika
sebuah nila kebaikan yang akan tergerus oleh badai kedzaliman
atau pun juga sebaliknya
sebuah oase di tengah padang kemunafikan
memberi mata air kehidupan akan tuntunan jalan ilahi
membawa keyakinan akan amal keniscayaan
membaur dalam implementasi kearifan sosial
kita akan jauh semakin mengenal siapa diri kita
jika kita dapat peduli terhadap sesama
kita akan semakin mengerti apa tujuan hidup kita
jika kita semakin dapat lebih sederhana membaca dunia
semua ini sempit..semua ini hanya sebuah fatamorgana
dari apa yang terlihat dari mata kita

Sunday, January 2, 2011

Waktu & Perbaikan


masih hangat euforia gemerlap pergantian tahun
begitu banyak orang tumpah ruah dalam momen ini
semua seakan larut dalam kegembiraan
semua hanyut dalam suka cita meriahnya malam
akan begitu indahnya malam yang berganti ini
seakan sangat berharga malam ini
detik itu pun benar - benar ditunggu
waktu yang berganti ini sebenarnya adalah hal yang sama
sama dengan hari kemarin
sama seperti 00:00 kemarin
tidak ada yang terlalu spesial jika kita mengerti
bahwa setiap saat kita diberi kesempatan
tak perlu menuggu waktu ini
tak perlu menunggu sampai satu tahun sekali
waktu itu hakikatnya telah berkurang
bukan menjadi waktu yang semakin panjang
setiap detik ini lah yang harus kita renungkan

Wednesday, December 22, 2010

Buah Hati

Malam semakin larutnya dengan temaram rembulan
dan kedipan ribuan bintang dalam bentangan keindahan
sesaat semua hendak tertidur lelap
melepas segala penat dan kelelahan akan tenaga hari ini
sepertinya malam ini akan semakin nyaman
semilir angin itu seolah membawa gelap ini.
tapi ada sebuah cinta yang sampai gelap pun tak dapat memadamkan pelitanya
sebuah cinta yang tulus akan sebuah pengorbanan
sebuah makna ikhlas pada untaian kasih pada harapanya
kelembutan yang tak terbanding oleh apapun
yang senantiasa setia sampai apapun yang ada
Cinta itu kekal
Cinta itu indah
perjuangan yang tak akan putus
berharap semua akan baik di kemudian hari tanpa ingin terbalas
hanya tangisan yang menemaninya di kala gelap
kasih sayang pada buah hatinya mengalahkan apapun yang ada
semoga Tuhan membalas dengan hal yang setimpal akan perjuanganmu selama ini
Terima kasih Ibu

Thursday, December 16, 2010

Hakikat Manusia

Al-Quran sebagai firman Allah SWT, mengemukakan adanya ruh, nafs (jiwa), dan jism (tubuh) dalam diri manusia. "(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka bila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh-Ku, maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya. Lalu malaikat itu bersujud semuanya." (QS. 38:71-73).

Dalam ayat-ayat lainnya berkenaan proses penyempurnaan jisim Al-Quran mengatakan,"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) di tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk  yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik." (QS. 23: 12-14).

Dan selain ruh dan jisim, Al-Quran juga mengungkapkan tentang penciptaan nafs (jiwa) sebagai berikut: ". . .dan nafs (jiwa) serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada nafs itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikannya (zakkaha), dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya." (QS. 91: 7-10)

Maulana Rumi, dalam Fihi ma Fihi berkaitan dengan masalah ini mengatakan : "Nafs adalah satu hal, ruh hal lain. Tidakkah engkau lihat betapa nafs mengembara keluar selama jisim tertidur? Sementara ruh tetap berada di dalam jisim, nafs berkelana dan menjadi sesuatu yang lain."

Jalaluddin Rakhmat, dalam Pengantar Terjemahan
buku Perfect Man karya M. Muthahhari, 1993, mengemukakan:

"Seperti alam semesta, manusia selalu berubah. Bahkan, mengikut Ibn Al-'Arabi,manusia adalah mikrokosmos yang menggabungkan semua alam dalam makrokosmos. Manusia adalah 'alam shaghir; dan alam semesta adalah insan kabir.

Pada makrokosmos terdapat tiga tingkatan alam: ruhani, khayali, dan jasmani. Pada manusia, ketiga alam ini diwakili oleh ruh, nafs (jiwa), dan jism (tubuh). Tingkatan alam ini menunjukkan sejauh mana ia menyerap cahaya Tuhan.

Ruh adalah bagian yang paling terang, dan jism adalah bagian yang paling gelap. Nafs (jiwa) adalah jembatan yang menghubungkan jism dan ruh. Setiap orang mempunyai nafs yang berbeda. Ada nafs yang lebih dekat dengan ruh; dan ada nafs yang sangat jauh dari ruh.

Pada sebagian orang, nafs-nya bersinar dan bergerak naik menuju wujud yang hakiki, yakni Tuhan. Pada sebagian orang lagi, nafs-nya sangat gelap dan bergerak turun menjauhi Tuhan, menuju 'ketiadaan'. Nafs adalah barzakh yang selalu berubah."

Abdurrazzaq Kasyani, seorang pengulas Fushush Al-Hikam yang sangat masyhur, ketika mengomentari QS. 13:3, menghubungkan bumi dengan jisim, ruh sebagai langit, dan nafs sebagai perantara di antara keduanya.

Dalam diri manusia ketiga dunia tersebut dilengkapi dengan perangkatnya masing masing. Pada jisim, Allah melengkapinya dengan panca indera lahir (mata, telinga,hidung, kulit, pengecap rasa), juga otak (brain) dan rasa/emosi yang tidak nampak secara lahiriah.

Nafs,-wujud yang hanya dapat dikenali dan disaksikan oleh 'kemampuan tertentu' manusia juga dilengkapi dengan indera-indera batin seperti jisim. Khusus untuk akal nafs ini Al-Quran menggunakan istilah al-bab (bentuk jamak dari lubb), ulil al-bab, orang yang yang lubb-nya telah aktif.

Wednesday, December 8, 2010

melangkahlah

waktu itu berjalan dengan sendirinya
dengan segala isi semua cerita akan  langkah yang telah kita tapak
cerita itu mengutit di punggung ini dengan bermacam-macam pelajaran
sebuah perjalan yang tlah kita lewati sampai titik ini

tak berharap semua kan berulang
tak berharap aku dapat kembali ke masa lalu
karena yang menanti adalah masa datang
menanti akan sebuah cahaya lentera
dalam oase kehidupan semu

berangkat dari sebuah langkah kecil
bermula dari sebuah petunjuk sederhana
semua akan menunjukan kompleksitasnya
yang menuntun kita pada sebuah perbaikan kehidupan
kompleksitas yang menjadi konsekuensi logis akan sebuah proses pencerdasan

mari berkarya nyata
mari berbuat
mari bersama berpacu mencapai cita
tenaga ini masih cukup untuk menyelesaikan tantangan kehidupan
jangan mengeluh ... jangan menyerah