...

Friday, August 22, 2014

Sak perlu sak madyo

Susah bungah mung tinompo sauntoro,
sak perlu sak madyo,
gak perlu digandoli nemen - nemen,
ojo wani ora jujur, ojo wani ora bener,

sepisan ora jujur, bakal ketumpuk karo apus-apus gawe nutup apus-apus sakdurunge,
nek sering ora bener, seng olo bakale malah dadi bener,
seng bener kalah karo karepe dewe nglakoni seng ora bener,
sak perlu sak madyo, seng ono ora bakal digowo,
seng ora ketoro iku sangu seng nyoto.

Sugeng nglajengaken lelakon.


==============================================
Ning ndunyo piro suwene,
njur bali ning panggonane,
ning akerat yo sejatine,

Mung amal becik yo sangune,
nanging ojo ngucap 'bodo yo ben',
golek ilmu kudu telaten.

Ning dunyo peteng mripate,
menungso kesasar dalane,
nuntut ilmu ilang faedahe.

Do sembahyang salah niate.
ning dunyo arep ngopo rumangsane,
kedabikan mrono biyayakan mrene,

Nguber kuoso lan bondo ora enteke..
kabeh do ketlandur, mesakno anak putune
 - Em Ha -

Wednesday, April 16, 2014

Tergantung Konsep Berfikirnya

Konsep berfikir tentang bagaimana menempatkan sesuatu pada tempatnya ;
tentang bagaimana melihat sesuatu dari sudutnya ;
tentang dari sejauh atau sedekat mana kita sedang mengamatinya ;

Penarikan kesimpulan terkadang juga dipengaruhi cara pandang, jarak pandang dan sudut pandangnya ;
Coba saja dengan melihat objek yang sama dengan perlakuan yang berbeda cara, sudut dan jarakya ;
itulah yang membuat berbeda orang menyimpulkan objek yang sama ;
yang repot, kalau sudah tau subyektifitas itu ada ... ada saja orang yang tidak mau terbuka untuk mencerna objektifitas ;

aku begini, bisa jadi kau begitu ... dan mereka punya pemikiran yang berbeda ;
tidak ada masalah jika outputnya untuk tujuan yang sama, meski jalannya beragam cara ;
memahami inti untuk mengurai gesekan, meski tidak dapat sama sekali hilang gesekannya ;
memahami inti agar perbedaan itu tidak jadi kunci untuk memperkuat masing-masing diri karena tak ada yang mutlak pada diri yang kecil ;


Selamat melanjutkan Perjalanan

Apanya yang bagaimana ?

Bagaimana ...Apanya yang bagaimana ?
Piye ....Apane seng piye ?
yo'opo ...Opoe seng yo'opo ?

Terkadang kita terlalusering bertanya pada hal yang kita tak pernah sungguh-sungguh merenungkannya,
Perenungan yang panjang untuk menemukan jawaban,
Terkadang kita terlalu sering menghujat, padahal kita juga punya tanggung jawab atasnya,
Karena dampak di sekitar kita juga produk pikiran atau tindakan,

Lalu apa yang akan masih kau pertanyakan dan kau hujat,
Pada orang-orang yang sebenarnya engkau juga bertindak untuknya,
Bukan sekedar mencari siapa yang bejat, Tetapi apa yang dapat kau perbuat,
Dunia tak ubahnya karya nyata dari buah perenungan kita,

Sudah hentikan hujatanmu ;
Hentikan hardikan dan makianmu pada sesamamu ;
Karena belum tentu juga engkau dapat merubah dunia dengan keangkuhan dan jumawa ;
Mari saling memperbaiki diri dan lakukan dengan penuh kebersihan jiwa ;

Kedua mata dan telingamu mestinya dapat kau jadikan pelajaran ;
Kenapa Tuhan sengaja menciptakan mereka lebih banyak jumlahnya dari pada alat bicara ;
Lihatlah apa yang baik dari dunia dan ambil cintanya ;
Dengarlah bisikan alam yang menjerit melihat tingkah manusia yang sama - sama mengumbar kerusakan ;

Perenungamu adalah jawaban terakhir dengan teman kesucian ;
Kekosonganmu adalah cahaya yang membuat Tuhan tetap bersama kebersihan jiwa ;
Dunia biarlah dia merayu dengan segala kenikmatan ;
Tuliskan pada hatimu bahwa Tuhan tetap jalan terbaik untuk merubah segalanya ;


Monday, February 17, 2014

MASA DEPAN

Bagaimana kau melihat masa depan, jika sedetik kedepanmu saja tak mampu kau lihat ;
Bagaimana kau berbicara masa depan sedang apa yang kau kerjakan sekarang saja kau tak tau ;

Masih seperti tulisan-tulisanku yang lalu ... dan bersama kita berbicara, berdiskusi ;
Bersama, dalam cengkrama tawa atau saat sendiri juga berbicara ;
aku ini "kecil" .. yang tak pasti benarnya ;
engkau pun "kecil" dengan pendapatmu ... jadi sesama orang kecil tidak usah saling mencela apalagi mencerca dengan cara berfikir yang berbeda ;

Ada banyak yang berangan-angan jauh tentang masa depannya, banyak bercerita tentang bagaimana masa depannya ... yang penuh dengan suka cita, kebahagiaan dan berbagai macam karangan tentang masa depannya ;

Lalu ... apakah memang perlu kita bergantung pada masa depan, jika engkau saja tidak yakin apakah engkau akan merasakan masa depanmu ;
Umumnya orang mengartikan masa depan dengan angka usia ... 30 tahun, 40 tahun, 50 tahun, 60 tahun ataupun satuan - satuan lain yang dia buat tentang karangan masa depannya ;
Bagaimana aku tak menyebutnya karangan, jika itu bukan sesuatu yang belum terlewati ;

di usiaku yang ke - 30 ... aku akan menjadi begini ;
di usiaku yang ke - 40 ... aku akan menjadi begitu ;
di usiaku yang ke - 50 ... aku akan menjadi bagaimana ;
di usiaku yang ke - 60 ... aku akan menjadi seperti apa ;
Begitulah masa depan dalam pandangan umumnya ;

Tetapi apakah ada keyakinan pada angka itu engkau tetap pada dunia ?
atau telah berpindah ... menjadi tak beraga ?



Lalu bagaimana kita melihatnya ... masa depan ( masa = waktu , depan = yang ada di hadapan kita )
bahwa masa dengan ukuran usia 30,40,50,60 adalah sesuatu yang jelas di hadapan kita ;
tetapi apakah 1 jam didepanmu, 1 menit didepanmu, 1 detik didepanmu bukan masa depan ?

Menurutku ...
Biar saja rencana-rencana itu ada untuk ukuran waktu yang telah umum kita percaya ;
Tetapi aku memiliki cara pandang yang mungkin berbeda ;
Jangan bergantung pada masa depan 30 ,40 ,50 ,60 dan seterusnya ;
Lakukan saja masa depan terdekatmu dengan sebaik-baiknya ;
Itulah bekal terbaikmu ... jika Tuhan masih memberimu usia diangka seperti sebelumnya kita bicara ;
Lakukan terbaik sejauh yang kita bisa, biar Tuhan yang mengurus hasilnya ;

Jangan bergantung pada "masa depan" *1, walau tetap saja kita harus punya rancangan untuk menghadapinya ;


Selamat Melanjutkan Perjalanan ;

*1 arti masa depan dalam persepktif umum yang telah berkembang disekitar kita.

Friday, February 7, 2014

T E R A M P I L


Masih seperti sebelumnya ... bahwa tulisan ini bebas kau artikan apa saja ;
Sesuai cara pandangmu, cara berfikirmu dan kesimpulan silahkan kau buat sendiri ;
Semoga saja memberi manfaat ;



Keterampilan bukan hanya tentang apa yang engkau ketahui,tetapi apa yang sudah kau lakukan ;
Keterampilan tentang output karya yang sudah dilakukan ;
Keterampilan itu tentang hasil perbuatan, tindakan dan lain sebagainya ;

Bagaimana jadi terampil, sedangkan melakukan saja tak dilalui ;
Bahwa pengentahuan (yang kita miliki) juga hal yang penting ;



Tetapi untuk ukuran terampil ....
Tidak cukup jika kita tidak punya pengalaman bagaimana melakukannya ;
Karena terampil juga berkaitan dengan insting atau hal - hal yang secara tidak sadar dia akan keluar dengan sendirinya dari dalam diri ;

Pengalaman itu sedang menulis kode kode dalam pusat syarafmu ;
Dia dengan sendirinya mengisi memori yang kau perlukan saat dinutuhkan ;

Jika kamu ingin terampil dalam satu hal, sederhanan saja ... lakukan saja, lakukan saja - ulangi lagi dan ulangi lagi ;
Jangan berkecil hati jika saat ini tak kau temui gunanya ;
Pada saatnya nanti dia kembali untuk memberi informasi untukmu berlari lebih kencang dari lainnya karena engkau pernah melakukannya hal yang mungkin sama sebelumnya ;

Selamat melanjutkan perjalanan ...



Monday, January 20, 2014

Istiqomah itu bisa jadi rapi

Menulis lagi untuk lembaran baru, meskipun sebenarnya setiap saat adalah lembaran baru ;
tetap saja dengan kebebasan membuat kesimpulan dengan cara berfikirmu ;
baik buruk, benar salah dan untuk penilaian yang lainnya biarkan ukuranmu sendiri yang menentukan jika itu untuk urusan pribadimu ;
dan berfikirlah lebih jika itu sudah menyangkut sesuatu yang ada diluar sendiri; ;

Ini bukan tentang hal yang statis ... ini sangat flexible jadi "ndak mesti" juga keputusan atau jawabannya ;
bisa jadi sekarang jawaban itu K, bisa jadi jawaban itu M .. atau apalah hurup2 lain yang dapat menggambarkan jawaban-jawabanmu ;
Bukan berarti tidak konsisten ... karena konsisten juga tetap terikat waktu ;

Lalu bagaimana dengan istiqomah ... dan bagaimana istiqomah itu bisa jadi rapi ;

jika kesimpulanku tidak sama dengan kesimpulanmu ... tidak jadi masalah to ?

yang penting tetap saja hidup rukun ... saling menghargai, menghormati dan menjaga satu sama lain.

istiqomah itu gampangnya jika seorang pengrajin anyaman dia tetap istiqomah dengan rajutan anyamannya, coba lihat saja ... indah bukan hasil rajutan anyamannya.



kamu mau menata/menanam pepohonan depan rumah ... bariskan tanaman itu dengan jarak yang sama ... bukankah indah jadinya .

tetapi sebaiknya cara berfikir tidak didasarkan pada "rajutan atau jarak tanamnya" :)

Jika membuat dasaran jangan nanggung ... karuan mentok, notok , jedug mesisan.
perkara pelaksaan menjadi sangat flexible..itu tergantung situasi dan kondisi ;

Silahkan membuat ukuran-ukuran yang menurutmu tepat, dengan tetap terus menimba ilmu.
Bisa jadi satu timbamu sekarang banyak, tetapi bagaiman jika besok musim kemarau ... apakah ukuran timba yang kau dapat saat itu sebanyak pemikiranmu sebelumnya ?
Sebaliknya jika musim hujan bagaimana ukuran timbamu ?





Thursday, November 28, 2013

Cinta Matahari

Lembaran terakhirku disini sore ini ...
aku melihat mentari yang mulai malu menampakkan wajahnya,
hamparan samudra tak lagi dapat menyembunyikan keindahan cahayanya,
di ketinggian ini aku mungkin dapat melihat lebih luas dari apa yang kau lihat dibawah sana,

diantara kebulan asap yang aku sendiri tak tau asalnya,
sedikit kata yang matahari dapat sampaikan pada dunia,
aku (matahari) tak akan kemana-mana,
aku hanya berjalan di atas rel yang Tuhan sudah gariskan padaku dan pada semua ciptaannya,



berdiri dikelilingi orbit yang mekanismenya juga masih menjadi tanda tanya,

aku tak akan kemana-mana
meski malam ini indramu tak dapat menatap diriku,
akalmu dapat memahaminya,
bahwa aku masih mencintaimu malam ini dengan rembulan dan bintang-bintang,

aku tak dapat kau lihat, tapi yakinlah kecantikan malam ini bersama bulan bintang aku tetap disana,
lalu bagaimana aku dapat menyembunyikan cintaku tanpa kau melihatnya,
nikmatilah malam ini ... dan esok aku akan kembali.