...

Friday, February 7, 2014

T E R A M P I L


Masih seperti sebelumnya ... bahwa tulisan ini bebas kau artikan apa saja ;
Sesuai cara pandangmu, cara berfikirmu dan kesimpulan silahkan kau buat sendiri ;
Semoga saja memberi manfaat ;



Keterampilan bukan hanya tentang apa yang engkau ketahui,tetapi apa yang sudah kau lakukan ;
Keterampilan tentang output karya yang sudah dilakukan ;
Keterampilan itu tentang hasil perbuatan, tindakan dan lain sebagainya ;

Bagaimana jadi terampil, sedangkan melakukan saja tak dilalui ;
Bahwa pengentahuan (yang kita miliki) juga hal yang penting ;



Tetapi untuk ukuran terampil ....
Tidak cukup jika kita tidak punya pengalaman bagaimana melakukannya ;
Karena terampil juga berkaitan dengan insting atau hal - hal yang secara tidak sadar dia akan keluar dengan sendirinya dari dalam diri ;

Pengalaman itu sedang menulis kode kode dalam pusat syarafmu ;
Dia dengan sendirinya mengisi memori yang kau perlukan saat dinutuhkan ;

Jika kamu ingin terampil dalam satu hal, sederhanan saja ... lakukan saja, lakukan saja - ulangi lagi dan ulangi lagi ;
Jangan berkecil hati jika saat ini tak kau temui gunanya ;
Pada saatnya nanti dia kembali untuk memberi informasi untukmu berlari lebih kencang dari lainnya karena engkau pernah melakukannya hal yang mungkin sama sebelumnya ;

Selamat melanjutkan perjalanan ...



Monday, January 20, 2014

Istiqomah itu bisa jadi rapi

Menulis lagi untuk lembaran baru, meskipun sebenarnya setiap saat adalah lembaran baru ;
tetap saja dengan kebebasan membuat kesimpulan dengan cara berfikirmu ;
baik buruk, benar salah dan untuk penilaian yang lainnya biarkan ukuranmu sendiri yang menentukan jika itu untuk urusan pribadimu ;
dan berfikirlah lebih jika itu sudah menyangkut sesuatu yang ada diluar sendiri; ;

Ini bukan tentang hal yang statis ... ini sangat flexible jadi "ndak mesti" juga keputusan atau jawabannya ;
bisa jadi sekarang jawaban itu K, bisa jadi jawaban itu M .. atau apalah hurup2 lain yang dapat menggambarkan jawaban-jawabanmu ;
Bukan berarti tidak konsisten ... karena konsisten juga tetap terikat waktu ;

Lalu bagaimana dengan istiqomah ... dan bagaimana istiqomah itu bisa jadi rapi ;

jika kesimpulanku tidak sama dengan kesimpulanmu ... tidak jadi masalah to ?

yang penting tetap saja hidup rukun ... saling menghargai, menghormati dan menjaga satu sama lain.

istiqomah itu gampangnya jika seorang pengrajin anyaman dia tetap istiqomah dengan rajutan anyamannya, coba lihat saja ... indah bukan hasil rajutan anyamannya.



kamu mau menata/menanam pepohonan depan rumah ... bariskan tanaman itu dengan jarak yang sama ... bukankah indah jadinya .

tetapi sebaiknya cara berfikir tidak didasarkan pada "rajutan atau jarak tanamnya" :)

Jika membuat dasaran jangan nanggung ... karuan mentok, notok , jedug mesisan.
perkara pelaksaan menjadi sangat flexible..itu tergantung situasi dan kondisi ;

Silahkan membuat ukuran-ukuran yang menurutmu tepat, dengan tetap terus menimba ilmu.
Bisa jadi satu timbamu sekarang banyak, tetapi bagaiman jika besok musim kemarau ... apakah ukuran timba yang kau dapat saat itu sebanyak pemikiranmu sebelumnya ?
Sebaliknya jika musim hujan bagaimana ukuran timbamu ?





Thursday, November 28, 2013

Cinta Matahari

Lembaran terakhirku disini sore ini ...
aku melihat mentari yang mulai malu menampakkan wajahnya,
hamparan samudra tak lagi dapat menyembunyikan keindahan cahayanya,
di ketinggian ini aku mungkin dapat melihat lebih luas dari apa yang kau lihat dibawah sana,

diantara kebulan asap yang aku sendiri tak tau asalnya,
sedikit kata yang matahari dapat sampaikan pada dunia,
aku (matahari) tak akan kemana-mana,
aku hanya berjalan di atas rel yang Tuhan sudah gariskan padaku dan pada semua ciptaannya,



berdiri dikelilingi orbit yang mekanismenya juga masih menjadi tanda tanya,

aku tak akan kemana-mana
meski malam ini indramu tak dapat menatap diriku,
akalmu dapat memahaminya,
bahwa aku masih mencintaimu malam ini dengan rembulan dan bintang-bintang,

aku tak dapat kau lihat, tapi yakinlah kecantikan malam ini bersama bulan bintang aku tetap disana,
lalu bagaimana aku dapat menyembunyikan cintaku tanpa kau melihatnya,
nikmatilah malam ini ... dan esok aku akan kembali.


Perjalanan Sunyi

aku menjadi orang asing di negeriku sendiri,
aku menjadi orang lain ditengah saudaraku sendiri,

lalu apa yang masih kucari, jangankan mengenal negeriku, jangankan mengenal saudaraku,
tentang diriku sendiripun aku tak tau,
sebenarnya untuk siapa aku menghamba,
apakah untukmu-apakah untuk duniamu
atau untuk alasan-alasan lain yang masih tak kumengerti tujuannya,

aku sendiri - aku mati
waktu yang berlalu masih seperti jalan sunyi,
perjalanan sunyi ditengah rimba raya,
perjalanan sunyi ditengah gemerlapan dunia,

tentang daging yang sudah tak bernyawa, lalu pantaskan aku jumawa
tentang cinta dan kasih sayang, tentang harapan yang tak dapat dikenang,

aku dirimu dan kita semua,
yang berada ditengah belantara,
jiwa yang masih tergantung lehernya dan tak tau apa-apa



Thursday, November 21, 2013

Maju Kemana

dan memang seharusnya hidup itu terus berjalan "mundur"
bergerak Maju untuk menuju masa lalu
mungkin yang dimaknai antara masa depan dan masa lalu bisa berbeda
kita berawal dan berakir pada satu titik yang sama ... dan semuanya tidak ada yang berbeda 

lalu mengapa engkau masih menganggapku hina dan mengagungkan dirimu sendiri, 
jalan kita satu walau kadang jalurnya tidak sama 
Tujuan kita satu walau kadang diterjemahkan berbeda, 
Siapkan bekalmu, sebaik baik bekal untuk dirimu 

kenapa engkau masih yakin bahwa sekarang berjalan "maju" ... jika untuk satu menit didepanmu saja engkau tak tau 
justru karena ketidak tahuanmu itulah yang tetap membuatmu tetap "hidup", 
berjalanlah mundur...apakah kau dpt mlht yg akan kau hadapi 

hehe ... tetap saja kau tak pernah tau apa saja yang akan terjadi di depanmu 
kira kira ilmu pengetahuanlah cermin-cermin itu 
majumupun juga sedang menuju jalan "mundurmu" ...ah tapi mau maju, mau mundur itu tentang cara berfikir kok ... dan semua punya kuasa untuk berfikir. 


 

Wednesday, November 6, 2013

Sekolah semesta

Sekolah semesta ...
Dekat yang tak selalu kulihat;
Mengamati tapi akal kadang tak dapat menjangkaunya;






Sekolah semesta ...
Tempat sederhana sekaligus komplek dan lengkap ;
Kemanapun aku memalingkan muka tak kudapat selain DIA ;

Sekolah semesta ...
Dimana segala macam ada disana ;

Tetapi semua tak tampak oleh panca indra ;

Sekolah semesta ...

Apapun engkau namanya, disini aku berada ;

Jika aku di sekolah semesta,
Siapa guruku ?
Siapa teman-temanku di sekolah ini ? 

Kapan kita akan lulus dari sekolah semesta ?
Apakah ujian yang kita hadapi di sekolah semesta ?
Jikapun sudah lulus, apakah gelar yang pantas untuk kita sanding dibelakang nama kita?

Maaf ... mungkin aku terlalu banyak bertanya.



Tuesday, October 1, 2013

PENANTIAN

Bulan dengarkan lantunku
Bintang temanilah aku
Terangi gelap malamku

Aku ingin engkau tahu
Ku kan selalu menunggu
Hilangkan rasa letihku

Bila nanti kau mengerti
Kumohon terangi aku

Dalam hatiku
Ingatkan aku
Untuk menahan rasa hati lelahku
Yang slalu ...
Rindukan tawamu dalam hatiku

Hanya dirimu ...
Beri malamku yang menghiasi jiwa
Yang rapuh
Terlalu merindumu

Bila nanti kau mengerti
Kumohon terangi aku .....

Dalam hatiku
Ingatkan aku
Untuk menahan rasa hati lelahku
Yang slalu ...
Rindukan tawamu dalam hatiku
Ingkatkan aku ku kan tetap menantimu
Hingga hati itu
Kan jadi milikku