...

Wednesday, June 15, 2011

Aku Masih Mencari-Mu



Jika coba untuk kembali menengok masa yang telah lalu...sering aku merasa apa yang terjadi, apa yang aku alami tidak lain hanyalah aktifitas yang aku sendiri tidak mengerti maksudnya.
aku hanya sekedar melewati waktu, aku hanya sekedar menghabiskan waktu, aku hanya sekedar menunggu untuk memperpendek masa ku dalam kehidupan ini.
Lebih jauh aku mencoba untuk mengerti apa maksud dari apa yang aku lewati...sedikit demi sedikit aku mulai mengerti bahwa segala yang ada ini adalah sesuatu yang memang diciptakan bagaimana agar kita bisa mencari apa makna segala yang mampu kita indra.
Sementara setelah ini mulai berjalan...aku mulai ragu akan apa yang aku lakukan pada masa lalu. Untuk apa semua ini?? berhimpit segala gejolak dalam hati ini mulai mendorong agar aku segera bangkit untuk mampu mencari arti kebenaran.
Kawan...coba tengok lebih jauh pada diri kita sendiri...sudahkan kita mampu mengenal diri kita sendiri, siapa saya, untuk apa saya ada dan akhirnya kemana tujuannya.
Aku ingin lebih banyak lagi tau dan mengerti akan arti semua ini...jika cukup usiaku, aku ingin benar mampu menjadi makhluk yang banyak berguna bagi apa yang ada disekitarku..tak hanya untuk sesama manusia, pun juga untuk yang lainnya.
Semoga ... apa yang telah terlewati benar-benar  memberi bekal, memberi hikmah, memberi makna akan segala apa yang akan kita lewati di kemudian hari.

Sunday, June 12, 2011

Sudahlah...Beristirahatlah

Waktu itu memang sudah pasti terus berjalan dengan waktunya, dan kita tidak dapat melawan nya untuk berhenti menjalankan waktunya.
Sebuah kenyataan yang tak dapat terbantahkan bahwa semua orang pasti akan tua pada akhirnya
Semenanjung jalan itu menunjukanku pada kenyataan yang mungkin tak semua orang dapat merasakannya
Betapa semangat, kerja keras itu tak mengenal waktu
Meski waktu itu semakin tua...
Sejalanan ini menjadi saksi betapa rintihan ini adalah anugrah
Engkau telah jauh berjalan, engkau telah lama memendam perjuangan itu
dan aku mengerti apa yang ada dalam benakmu...memahami betapa tulus apa yang kau perjuangkan
Setapak ini menyimpan banyak cerita...ilalang yang kau lewati tiap hari mungkin bangga pada semangat pantang menyerahmu
Tapi sudahlah... Masa itu biarlah jadi pemanis cerita di saat kau berkumpul dengan cucumu
Beristirahatlan dengan tenang dirumah... Mungkin semangat itu tak pernah luntur
Tetapi ingatlah bahwa usia ini tak lagi dapat dibohongi.. dan Raga telah menjadi tua dengan waktunya
Nikmatilah hari tua ini dengan hari - hari ceria yang dapat menenangkan rasa dan ragamu
Semua telah siap meneruskan perjuangan...jika senyum itu tetap tertanam
Maka semangat yang kau ajarkan juga tak akan hilang meski terhalang pelita
Sudahlah...beristirahatlah dengan tenang di gubuk yang menjadi simbol akan kemenanganmu melawan keadaan...itu adalah kado terbaik yang Tuhan telah berikan.
Jika malam tetaplah malam dan mentari tetap terasa hangat saat fajar mulai menyapa
Tak akan pernah hilang dari angan apa yang menjadi harapan dan sumber motivasi

Wednesday, June 8, 2011

Menutup Mata

Mata ... Tuhan menciptakannya dengan sebegitu komplek desain karya
Komponen mikroskopik membangun mata menjadi begitu indahnya
Bahasa nya jujur membuat mata sulit untuk berkata yang tidak sebenarnya
Dengan mata kita dapat melihat indahnya mentari pagi ini...dengan mata kita dapat membalas senyuman rembulan di kala gelap tak lagi dapat dilawan.
Tetapi ... jika kita tidak menggunakan dengan seimbang
Maka timpang juga kita dapat melihat dunia....ada kala nya mata menjadi tidak bermakna jika kekacauan indra ini telah banyak membohongi apa yang terlihat
Melihat tetapi tak mengerti apa yang terlihat...kebohongan ini akan terus ada.
Terkadang menutup mata membuat kita bisa lebih bijaksana
Sejenak memahami apa yang sebenarnya terjadi...lebih banyak menjaga mata
Membuat kita dapat merasakan fungsi hati sebagai mata
Mata hati yang lebih tak dapat berbohong dari mata indra...melihat yang tak terlihat dengan mendengar
Mencoba membaca dunia tanpa mata (indra) ... meraba makna dengan menutup mata
Hanyut dalam tuntunan hati ketika fatamorgana tak dapat lagi mempengaruhi raga
Indahnya alam yang dapat dilihat tanpa mata saja...tetapi lantunan nyanyiannya merasuk dalam sukma dengan telinga
Gemericik air hujan yang terdengar melembutkan perasaan kita
Membuat lebih peka pada jeritan sesama yang tak seberuntung kita
Ini adalah realitas yang memang nyata...dan harus kita hadapi
Tuhan memberikan kado terindah pada kita semua...ciptaan yang dapat menjadi insipirasi
Perjalanan ini memberi banyak pelajaran pada diri...dengan hati melewati hari...pancaran jiwa yang terlihat pada diri menunjukan bersihnya hati melawan keterbatasan

Wednesday, June 1, 2011

Hidup ini tak ubahnya sebuah Pengulangan

Berjalan...waktu terus berjalan dengan sekian banyak dimensi yang ada di dalamnya
sadar ataupun tidak sadar kita telah melewati banyak hal yang sama..
berapa usia anda sekarang...rentan waktu itulah yang telah anda lewati
dengan hal-hal yang sama...siang-malam, senin yang bertemu senin lagi
setiap saat bertemu hal yang kemarin pun kita juga melihatnya..
pun hal nya dengan Ramadhan..yang setiap tahun di umur yang kita telah lewati
kita selalu bertemu dengan dia..
Bisa jadi...tidak akan ada yang spesial karena kita telah melewati nya dengan terlalu sering berulang.
Tetapi pernahkah kita merenungkan...apa yang telah kita lakukan dengan pengulangan-pengulangan itu
Apa yang tidak kita dapatkan dari pengulangan-pengulangan itu
Apakah hanya menjadi sebuah aktifitas semu yang tidak memberi makna
menjadi hal yang tidak membawa bekas yang hikmah akan kehidupan kita...
menjadi sesuatu tanpa nilai yang sampai kapanpun akan tetap menjadi sebuah sapa dalam momentum saja
tidak...bukan ini yang sebenarnya terjadi...
ini semua diulang karena kita diberi kesempatan untuk menemukan artinya
Tuhan sadar bahwa manusia itu serba terbatas...dan karena keterbasan itu maka ini harus ada yang dijadikan remember
semua diulang..sampai menjadi terbiasa...dan jika telah terbiasa maka kemampuan berfikir manusia harus dimainkan
semoga kita semua dapat membaca bahasa Tuhan dengan apa yang ada di sekitar kita.

Ikhlas kan Titipan ini

tetap melangkah dengan kerendahan hati
untuk tetap berharap berkah akan jalan yang telah terlewati
tetap sabar dengan penuh ikhlas menapaki kehidupan
sebagai harapan akan cinta yang menyapa dalam setiap keriuhan
jiwa, rasa yang ada akan menjadi hampa
tanpa nilai pada sesama
memberi warna yang penuh kasih untuk tetap berbagi
hidup lebih berarti
jika kita mampu memberi arti pada orang lain
jika hari ini apa yang kamu miliki
ingatlah bahwa ada hak orang lain atas itu (apapun itu)
jangan teralu angkuh dengan apa yang ada sekarang
jangan terlalu sombong dengan apa yang dimiliki
semua bisa berubah dalam sekejap, semua akan hilang

ikhlaskan jika memang Dia mengharap itu kembali
karena semua milik hanya pada-Nya

lakukan dengan niat yang baik...dengan pondasi langkah
sebagai ibadah...semoga apapun yang kita lakukan
adalah aktifitas  yang barokah

The Power of Leadership

Pemimpin tidak menggunakan kekuasaan secara otoriter, tetapi mengajak dan meminta dukungan partisipatif dari anggota tim. Kita bisa menyaksikan dalam berbagai situasi sulit, banyak individu atau anggota kelompok, yang dengan rela mengorbankan waktu dan spiritnya demi tercapainya tujuan dengan penuh kerelaan hati tanpa tekanan. “Saya lembur karena kita memang harus mengejar deadline. Bukan semata karena disuruh atasan. Keluarga memang dikorbankan, tetapi ini tidak terjadi setiap hari, kok,” demikian ungkap seorang karyawan. Bukankan situasi kepemimpinan seperti ini lebih indah dan menyenangkan daripada situasi penuh penekanan?
 Apa pun posisi kita, sekalipun kita berada dalam situasi memberi nafkah, kita bisa belajar untuk mengundang kemurahan hati orang lain. Kita sebenarnya bisa mengganti mindset dengan berpikir bahwa kita sedang dikelilingi para volunteer. Kita bisa berlatih lebih banyak membuat request daripada memerintah. Kita perlu meyakini bahwa membangun hubungan penuh rasa percaya lebih powerful daripada membuat hierarki dan struktur politik. Secara otomatis, kerendahan hati justru menciptakan power dalam bentuk lain.
 “Power” bisa mengembangkan jiwa
Tak jarang kita mendengar sikap pesimistis dan ungkapan tidak berdaya, misalnya “Kita belum merespons penawaran Anda karena atasan belum membacanya”, atau “Kalau formulir tidak lengkap, kita tidak bisa proses”.
Dengan pemahaman bahwa kuasa tidak selamanya identik dengan otoritas dan tekanan, kita sebetulnya akan bisa mengembangkan power-power baru dan menghindari sikap helplessness. Power modern bisa kita tumbuhkan dari kekuatan menjangkau informasi, kekuatan interpersonal, serta kekuatan menghantarkan  jasa dan produk yang berkualitas. Bukankah kita percaya bahwa hubungan baik dan trust dari rekan kerja, bawahan, dan klien akan menumbuhkan spirit tim yang tidak terharga nilainya dan begitu besar kekuatannya. Ini semua tentu saja akan membuat kita bisa menumbuhkan rasa aman, kepercayaan diri, sekaligus memperkaya jiwa.