...

Thursday, May 5, 2011

Kematian yang membawaku kembali

Kematian adalah sebauh kepastian..tak satupun orang dapat lari dari kenyataan bahwa dia pasti mati. Dalam kamus bahasa Mati adalah sudah hilang nyawanya pada diri manusia; yang secara fisik dapat menggerakan tubuh kita melakukan segala hal dalam rangka mengisi dunia dan Nyawa adalah pemberi hidup kpd badan wadak (organisme fisik) yg menyebabkan hidup pd manusia.
Jika dia telah datang, datanglah dia..tak perlu lagi restu untuk dapat memberinya waktu menunda
Jika mati pun adalah jawaban akan kehidupan, maka setiap yang hidup pasti mati
Aku tertahan disini menanti ajal yang tak kumengerti dia akan menyambut
Entah dengan senyuman ataupun dengan jeritan penderitaan
Begitu besarnya kuasa-Nya sehingga tak ada kekuatan satupun yang dapat menantang Dia membawa nyawa dari tempatnya
Berlari, bersembunyi, mencoba berdusta pada dunia bahwa tiada yang dapat menghentikannya menaklukan semesta
Tetapi semua kebohongan itu telah berakhir, saat semua daya dan upaya tenggelam dalam ufuk yang memberangus kejumawaan
Ingat kepada kematian…ingat kepada kekuatan besar yang menentukan kematian
Tak ada yang abadi dari dunia ini…jika mati adalah berpisahnya nyawa dari raga dan yang menentukan perpisahan nyawa itu adalah Dia…
Maka saat jiwa tak lagi terbimbing oleh petunjuknya, ketika spirit tak lagi mengarah pada ridho-Nya
Saat itu kematian telah datang pada nuraninya, kematian telah mendekat erat
Kematian itu adalah petunjuk, kematian itu adalah alarm, kematian itu adalah penanda
Karena dengan kematian itu kita dapat kembali kepada-Nya


Sunday, May 1, 2011

Kemandirian Masyarakat Modern

Masyarakat adalah sekelompok manusia yang menetap pada wilayah tertentu dan menjalankan sebuah tatanan, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.
Dalam sebuah komunitas tersebut terdapat berbagai macam perbedaan yang muncul karena keberagaman latar belakang baik karena status sosial, pendidikan ataupun faktor ekonomi.
keanekaragaman inilah yang terkadang juga menjadi sumber konflik antar personal, tetapi jika kita juga dapat melihat dari sudut yang positif perbedaan yang menjadikan dinamika ini dapat pula dijadikan sebuah Strenght untuk proses perbaikan masyarakat tersebut.
Tiap-tiap komunitas bisa jadi memiliki problematika yang berbeda dengan komunitas di tempat yang lain,
sehingga pola pemecahannya juga akan berbeda untuk menyelesaikan masalahnya.
Secara prinsip masing-masing tipologi masyarakat pasti punya modal/potensi yang dapat untuk dikembangkan, baik dari sumber daya alamnya ataupun sumber daya manusia.
Modal itulah yang harus kita identifikasi secara mendalam dalam rangka pembangunan masyarakat.
Pembangunan mental masyarakat mengarah kepada kemandirian juga menjadi agenda besar yang perlu untuk terus digalakan, karena dengan mental mandiri...pembangunan akan lebih cepat pelaksanaannya.
ketergantungan akan aspek luar disadari menjadi faktor penghambat proses percepatan pembangunan.
Pemahaman bahwa faktor utama yang dapat mengeluarkan masyarakat dari masalahnya adalah masyarakat itu sendiri adalah implementasi konsep kemandirian.
Masyarakat perlu dirangsang agar tetap menggali potensi yang ada dalam dirinya, dapat mengetahui kekuatan apa yang bisa terus dikembangkan dalam rangka pemenuhan kebutuhannya.
Masyarakat bisa,masyarakat mampu untuk keluar dari problematikanya dengan cara mereka sendiri.
Model pembangunan ini adalah metode pembangunan masyarakat modern, sehingga proses yang sejalan bersama dengan stakeholder dipercaya menjadi akselerator pemandirian bangsa.
Adanya rangsangan yang menggugah kemandirian ini menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan diri dalam pengentasan masyarakat dari problematikanya
semua pasti tidak akan menampik jika masing-masing yang diciptakan Allah telah diciptakan seimbang dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
tergantung kita bisa menggali potensi positif tersebut atau tidak
jika Potensi tersebut telah mampu kita temukan dari masing-masing peta lokasi, kita tidak akan kesulitan menentukan langkah lanjutan untuk mereka (masyarakat).
tergantung memilih dan memilah potensi mana yang significant untuk kita dapat berdayakan lebih dahulu


Kita bisa..kita mampu untuk dapat keluar dari setiap problematika ini
masalah diciptakan bersama dengan pemecahannya, dan sesuai dengan tingkat kemampuannya
kemandirian mempercepat kedewasaan masyarakat dalam membangun dirinya
Bersama adalah modal sosial dalam meringankan beban ini
Setiap potensi yang dimiliki jika dapat dikelola dengan manajerial yang bagus, membawa dampak positif akan kemaslahatan bersama.
Semoga kepedulian akan sesama tetap tertanam pada diri kita masing-masing untuk dapat membantu saudara kita yang belum mampu keluar dari belenggu jiwanya. Satu kata kunci bahwa Manusia diciptakan untuk senantiasa berbagi kebermanfaatan pada sesamanya adalah sebuah pondasi kuat dalam menapak  perana manusia dalam sosial.

Thursday, April 28, 2011

Sabar adalah jalan Keluar

Sabar adalah jawaban bagi orang yang tidak memiliki jalan keluar
setiap manusia tidak pernah lepas dari sebuah problematika, tidak lepas dari masalah yang menerpa hidupnya
karena memang masalah adalah sunatullah yang pasti diterima manusia di dunia
masing - masing orang pasti mempunyai berbagai masalah yang berbeda-beda untuk dihadapi
baik secara kualitas masalahnya ataupun secara kuantitas masalahnya
Jika kita mengacu pada firman Allah
Q.S Al-Baqarah - 286

286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."


ayat inilah yang membedakan tingkat masalah yang diberikan pada manusia
jika kita percaya bahwa masalah adalah cobaan yang diberikan pada manusia maka layaknya kita yakin bahwa ini pasti kita dapat melewati cobaan/beban itu.
semakin tinggi pohon maka angin yang menerpanya juga akan semakin kuat/kencang
perumpamaan ini mungkin juga bisa kita ambil maknanya, jika semakin besar/tinggi/berat beban yang harus kita hadapi ini menandakan bahwa kualitas kita sudah mampu untuk melewati beban itu.
tergantung seberapa jauh kita dapat mengerti diri untuk dapat mengukur kualitas kemampuan kita sendiri
jika pada akhirnya engkau berhenti pada perjuangannmu karena merasa tak mampu lagi melawannya
Ingatlah kepada-Nya...Sabarlah dalam melewati beban/masalah/cobaan itu.
Sabar ... karena dengan kesabaran kita akan dapat lebih berfikir dengan kepala dingin
dengan kepala dingin ada banyak ruang yang dapat kita lihat yang sebelumnya kita dibuta oleh dunia
QS. Al Baqarah (2) : 153

يا أيها الذين آمنوا استعينوا بالصبر والصلاة إن الله مع الصابرين (153)
Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.

sesuai dengan Firman diatas telah diterangkan bahwa Allah bersama orang sabar
jika kita tak dapat lagi mendapatkan jalan keluar dari cobaan ini, bersabarlah...
kesabaran dapat menuntunmu kembali pada-Nya..kesabaran dapat mengajarkanmu arti dari apa yang telah kamu jalani
pelajaran, hikmah dan pesan-pesan Illahi padamu dapat diterima dengan kesabaran
jika kita selalu sabar, kita dapat cenderung dekat dengan Allah untuk dapat mengerti apa yang Dia gariskan
dengan bersabar berarti kita kembali bersandar pada-Nya, tersadar bahwa raga ini lemah tanpa-Nya
Sabar adalah jawaban bagi orang yang tidak menemukan jalan keluar

Wednesday, April 27, 2011

Mimpi itu Punya arti

Saat ini...saat gelap berubah menjadi terang ini..saat mentari telah kembali pada perantauannya menempuh perjalanan malam
aku tersadar dari lamunan yang menyeretku pada dimensi yang tak pernah ku mengerti apa sebenarnya maksud dari alam ini
wahana yang penuh cerita maya yang terkadang juga menjadi petunjuk pada dunia kita.
ke-maya-annya selalu menjadi misteri pada manusia karena tak semua dari kita dapat dengan cermat mengerti akan apa yang dia ceritakan pada diri kita.
entah ini nyata atau ini hanya ilusi,
ini pertanda atau hanya sebatas pemanis pada lamunan pandang pada bintang dan rembulan
Mimpi itu benar-benar tak pernah memberi sesuatu yang pasti
Cinta, harapan, suka-duka dapat dengan mudahnya dia ceritakan malam ini
Sang waktu yang membawanya terus kembali setiap pergantian hari
mengingatkan kita bahwa Mimpi ini tidak mungkin tanpa makna
sesuatu yang tetap tak mungkin lepas dari kekuatan Kehendak-Nya
Dan berpijak pada satu keyakinan bahwa apa yang lewat dari Pangestu-Nya adalah hal yang selalu membawa hikmah, memberi manfaat pada hambanya
kita dapat bertolak pada cerita dunia maya itu takan mungkin tanpa pesan
masih tetap disini...tetap mencoba mengerti apa makna dari semua ini
Misteri cerita malam dan nyanyian rembulan memang bukan hal yang mudah untuk diungkap

Hanya kepada-Mu aku tetap menggantungkan harapanku akan jawaban misteri mimpi
Jika Engkau memberi ku semua ini, semua yang aku ikhtiarkan hanya kusandarkan pada-Mu kembali
Aku lemah tanpa semua yang Kau beri...aku tak kan dapat memberi arti
Jika malam ini berganti kembali, semoga cahaya petunjuk itu dapat segera Kau tunjukan nanti

Monday, April 25, 2011

Pemimpin dalam Fiksi

Dunia pewayangan (wayang kulit) melalui tokoh-tokohnya sebenarnya memuat banyak simbol dan karakteristik watak manusia. Sejumlah tokoh pewayangan dengan jelas juga merupakan simbol karakteristik pria. Seperti tokoh Arjuna, pria lambang ketampanan, Yudhistira suka perdamaian, Bima adalah pria yang mahal dalam cinta dan tidak gampang tertarik terhadap perempuan.
Sang Semar. Walau hanya seorang punakawan, sebenarnya Semar adalah turunan dari bangsawan, bahkan saudara Sang Hyang Guru Nata (dewa dari seluruh dewa) di Kahyangan. Walaupun Semar dikenal sebagai orang papa, ia memiliki insting yang sangat tajam, intuitif, dan memiliki watak kedewaan. Semar senantiasa adil dan bijak dalam memutuskan setiap masalah atau perkara. Bila diperintah menumpas keangkaramurkaan, Semar akan memperlihatkan kesejatian dirinya. Akan tetapi dalam keseharian, Semar selalu berpenampilan sebagai sosok titah sawantah belaka. Isteri Semar adalah Dewi Kanistri, yang selalu ditinggal pergi karena panggilan tugas mulia sang suami dalam menghamba kepada pemimpin dan bangsanya. Kehidupan keluarga Semar lebih mengedepankan lakutama daripada gemerlap duniawi.

Semar merupakan tokoh pewayangan ciptaan pujangga lokal. Meskipun statusnya hanya sebagai abdi, namun keluhurannya sejajar dengan Prabu Kresna dalam kisah Mahabharata. Jika dalam perang Baratayuda menurut versi aslinya, penasihat pihak Pandawa hanya Kresna seorang, maka dalam pewayangan, jumlahnya ditambah menjadi dua, dan yang satunya adalah Semar.
Semar dalam karya sastra hanya ditampilkan sebagai pengasuh keturunan Resi Manumanasa, terutama para Pandawa yang merupakan tokoh utama kisah Mahabharata. Namun dalam pementasan wayang yang bertemakan Ramayana, para dalang juga biasa menampilkan Semar sebagai pengasuh keluarga Sri Rama ataupun Sugriwa. Seolah-olah Semar selalu muncul dalam setiap pementasan wayang, tidak peduli apapun judul yang sedang dikisahkan.
Dalam pewayangan, Semar bertindak sebagai pengasuh golongan kesatria, sedangkan Togog sebagai pengasuh kaum raksasa. Dapat dipastikan anak asuh Semar selalu dapat mengalahkan anak asuh Togog. Hal ini sesungguhnya merupakan simbol belaka. Semar merupakan gambaran perpaduan rakyat kecil sekaligus dewa kahyangan. Jadi, apabila para pemerintah - yang disimbolkan sebagai kaum kesatria asuhan Semar - mendengarkan suara rakyat kecil yang bagaikan suara Tuhan, maka negara yang dipimpinnya pasti menjadi nagara yang unggul dan sentosa.

S E M A R dan Filosofinya

Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranoyo

Bebrodo = Membangun sarana dari dasar
Noyo = Nayoko = Utusan mangrasul


Artinya : Mengembani sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah untuk kesejahteraan manusia

Filosofi, Biologis Semar
Javanologi : Semar = Haseming samar-samar (Fenomena harafiah makna kehidupan Sang Penuntun). Semar tidak lelaki dan bukan perempuan, tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebelakang. Maknanya : "Sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbul Sang Maha Tumggal". Sedang tangan kirinya bermakna "berserah total dan mutlak serta selakigus simbul keilmuaan yang netral namun simpatik".
Domisili semar adalah sebagai lurah karangdempel / (karang = gersang) dempel = keteguhan jiwa. Rambut semar "kuncung" (jarwodoso/pribahasa jawa kuno) maknanya hendak mengatakan : akuning sang kuncung = sebagai kepribadian pelayan.
Semar sebagai pelayan mengejawantah melayani umat, tanpa pamrih, untuk melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi. Semar barjalan menghadap keatas maknanya : "dalam perjalanan anak manusia perwujudannya ia memberikan teladan agar selalu memandang keatas (sang Khaliq ) yang maha pengasih serta penyayang umat". Kain semar Parangkusumorojo: perwujudan Dewonggowantah (untuk menuntun manusia) agar memayuhayuning bawono : mengadakan keadilan dan kebenaran di bumi.
Kebudayaan Jawa telah melahirkan religi dalam wujud kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa, yaitu adanya wujud tokoh wayang Semar, jauh sebelum masuknya kebudayaan Hindu, Budha dan Isalam di tanah Jawa.
Tokoh wayang Semar ternyata dipandang bukan sebagai fakta historis, tetapi lebih bersifat mitologi dan symbolis tentang KeEsa-an, yaitu: Suatu lambang dari pengejawantahan expresi, persepsi dan pengertian tentang Illahi yang menunjukkan pada konsepsi. Pengertian ini tidak lain hanyalah suatu bukti yang kuat bahwa orang Jawa sejak jaman Prasejarah adalah Relegius dan ber keTuhan-an yang Maha Esa.
Dari tokoh Semar wayang ini akan dapat dikupas ,dimengerti dan dihayati sampai dimana wujud religi yang telah dilahirkan oleh kebudayaan Jawa .
Gambar Wayang Semar kiranya merupakan simbol pengertian atau konsepsi dari aspek sifat Ilahi, yang kalau dibaca bunyinya :
Yang wayang itu hanyalah kulit
Yang kulit itu bukan Hakekat
Samasekali bukan , Ia
Hanyalah lambang dan sifat-sifat
Nama-nama dan aspeknya
Yang dalam lambang itu Maya
Dalam Maya ada Ia
Ia adalah yang Maha Wisesa, Wenang wening
Ia tak tampak tapi ada
Ada ini sebagai ada yang pertama
Dan tidak pernah tidak ada
Adanya adalah tunggal
Adanya adalah Mutlak
Ia satu-satunya kenyataan
Ada adalah tak tampak mata
Gaib, misterius, samar
Karena yang ada mutlak itu Tunggal
Yang Tunggal adalah kebenaran
Kebenaran mutlak karena tak ada kebenaran yang mendua
Tan Hana Dharma Mngrwa
Jadi Sang Hyang Tunggal adalah Kebenaran
Sang Hyang Tunggal adalah Samarnya SEMAR
Samar adalah aspek sifat dan Nama
Samar ada pada SEMAR

Semar (pralambang ngelmu gaib) - kasampurnaning pati.
semar1.gif (30938 bytes)
Gambar kaligrafi jawa tersebut bermakna :

Bojo sira arsa mardi kamardikan, ajwa samar sumingkiring dur-kamurkan Mardika artinya "merdekanya jiwa dan sukma", maksudnya dalam keadaan tidak dijajah oleh hawa nafsu dan keduniawian, agar dalam menuju kematian sempurna tak ternodai oleh dosa. Manusia jawa yang sejati dalam membersihkan jiwa (ora kebanda ing kadonyan, ora samar marang bisane sirna durka murkamu) artinya : "dalam menguji budi pekerti secara sungguh-sungguh akan dapat mengendalikan dan mengarahkan hawa nafsu menjadi suatu kekuatan menuju kesempurnaan hidup".


Thursday, April 21, 2011

Arti Agama

Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut.
Kata "agama" berasal dari bahasa Sansekerta āgama yang berarti "tradisi". Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.



Definisi tentang agama dipilih yang sederhana dan meliputi. Artinya definisi ini diharapkan tidak terlalu sempit atau terlalu longgar tetapi dapat dikenakan kepada agama-agama yang selama ini dikenal melalui penyebutan nama-nama agama itu. Untuk itu terhadap apa yang dikenal sebagai agama-agama itu perlu dicari titik persamaannya dan titik perbedaannya.
Manusia memiliki kemampuan terbatas, kesadaran dan pengakuan akan keterbatasannnya menjadikan keyakinan bahwa ada sesuatu yang luar biasa diluar dirinya. Sesuatu yang luar biasa itu tentu berasal dari sumber yang luar biasa juga. Dan sumber yang luar biasa itu ada bermacam-macam sesuai dengan bahasa manusianya sendiri. Misal Tuhan, Dewa, God, Syang-ti, Kami-Sama dan lain-lain atau hanya menyebut sifat-Nya saja seperti Yang Maha Kuasa, Ingkang Murbeng Dumadi, De Weldadige dll.
Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri , yaitu :
  • menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan
  • menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dll yang diyakini berasal dari Tuhan
Dengan demikian diperoleh keterangan yang jelas, bahwa agama itu penghambaan manusia kepada Tuhannya. Dalam pengertian agama terdapat 3 unsur, ialah manusia, penghambaan dan Tuhan. Maka suatu paham atau ajaran yang mengandung ketiga unsur pokok pengertian tersebut dapat disebut agama.

 Sumber  :  Wikipedia.org