...

Tuesday, March 15, 2011

Mengenal-Nya dari Dunia

Mengenalmu lebih dalam ke lerung dimensi maya menembus alam normal antar nirwana
membayangkan puncak keindahan dengan memahami apa yang dikatakan oleh alam
setiap gerak matahari ... langkah sang rembulan dan barisan bintang itu memberi isyarat
sinar senja yang menerawang daun di rimba ini mengantarku akan kebesaran-Nya
sebuah sketsa alam dengan kompleksitas membawa pada realitas
Dunia ini telah menyadarkan kita ... jika kita mampu membaca dunia

Dunia ini adalah sebuah cerita kehidupan manusia pada kenyataan semu
kenyataan yang mampu membawa kita pada puncak keagungan
Tuhan memberi arti
Tuhan memberi kan langkah panjang ini agar kita dapat mengerti
riuh nyanyian angin adalah bukti bahwa tanpa udara ini dunia tak ada artinya
lebatnya hutan yang berakhir dengan berkas cahaya ... membawa kita pada pemahaman bahwa duna ini ada akhirnya

berbicara dengan alam ... mencoba mengerti apa yang Tuhan telah sampaikan dengan bahasanya
Tuhan telah berbicara pada kita semua
dengan segala yang dimilikinya ... banyak pesan yang dapat kita terima
lebih dalam mengerti tentang alam ... lebih dalam mengenal-Nya
lewat berita, lewat bencana, lewat sinar matahari, dan gugusan alam raya
Tuhan berbicara pada kita semua

Tuesday, March 8, 2011

Jangan Menangis


Jangan Menangisi apa yang telah terjadi jika itu memang harus terjadi...langkah berat untuk memulai kembali dari sebuah kegagalan, belenggu yang membatasi gerak fikir ini untuk terus maju.
Jangan bersedih jika memang ini yang harus kita terima...kenyataan yang tak sejalan dengan angan membawa harapan yang terputus oleh ambisi beku melawan realita
Sudah...sudah i saja tangis itu...usap sudah air mata yang telah lama menetes itu
Air mata yang harusnya dapat terkonversi menjadi spirit..air mata yang dapat mengingatkan kembali bahwa kita masih punya cita - cita, pencapaian dan semangat juang
perjalananmu tak cukup sampai disitu...perjalananmu tak boleh terhenti sampai disitu
ini terlalu mudah untuk mengalahkanmu..karena yakin bahwa kekuatanmu lebih besar untuk mengalahkan mereka...mengalahkan mereka yang tak mau mengerti bahwa hidup ini adalah perjuangan yang takkan berhenti sampai kita tak dapat lagi berjuang
cita dan cinta ini akan semakin menguatkan kaki ini untuk melangkah
kebersihan jiwa, raga dan rasa yang mengalir lembut dalam setiap nafas ini semakin menyadarkan bahwa arti hidup ini adalah untuk mencari_Nya
menemukan kembali jiwa ini ketika kekosongan menerpa rasa ... dan menggerakan kembali raga untuk sejenak menengok pa yang telah terlampaui
mengambil pelajaran dan kembali melanjutkan perjalanan
dan sang waktu akhirnya menunjukan jawabannya...Jangan Menangis Lagi

Friday, March 4, 2011

Pemimpin adalah Pelayan


Menjadi pemimpin adalah fitrah dari tiap manusia, yang setiap orang pasti memiliki potensi untuk menjadi seorang pemimpin di bumi ini. terlepas besar atau kecil lingkup yang dipimpinnya, setiap manusia adalah terlahir menjadi seorang pemimpin. Pemimpin adalah fitrah dan amanah, artinya setiap potensi yang ditanamkan kepada masing-masing manusia menjadi tanggung jawab akan pelaksanaan kepemimpinan tersebut.
Konsep dasar dari sebuah kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi. Pemimpin yang mampu mengayomi, membimbing dan bersama-sama dengan apa yang dipimpinnya memperbaiki keadaan adalah pemimpin yang diharapkan. Pemimpin yang selalu dinantikan kedatangannya, pemimpin yang selalu dirindukan pemikirannya dan sebuah kebijakan penentuan keputusan sikap untuk terus memberi yang terbaik akan apa yang ada disekitarnya. Seorang Pemimpin sejatinya adalah seorang "Pelayan", seorang abdi masyarakat, yang rela berjuang dan berkorban tanpa melihat apa yang akan dia dapatkan dari apa yang dia kerjakan.
Seorang Pelayan akan melakukan yang terbaik kepada yang dilayaninya, dan sebuah dasar kuat akan kesadaran pengabdian diri pada sekitarnya. Kemampuan menjaga/mengontrol ke_ego an untuk kepuasan pribadi menjadi tantangan besar akan sebuah kepemimpinan. Pemimpin yang terlahir dari proses besar akan menghasilan karakter kepemimpinan yang kuat. Pemimpinku yang ikhlas melakukan pengabdian, pemimpinku yang rela berjuang tanpa pamrih, pemimpinku yang kuat berada di depan untuk melawan ketidak adilan...rindu yang amat dalam akan hadirnya generasi
Mereka yang tak lupa akan tujuan hidupnya
Mereka yang tak lupa pada penderitaan sekitarnya
Meraka yang segera bertindak akan sebuah perjuangan
perjuangan mempertahankan kekuatan jiwa, kekuatan rasa dan kekuatan raga
kolaborasi segitiga diri sebagai penuntun menuju terciptanya pemimpin
bangkitkan diri ini sekarang juga, tak perlu nanti, tak perlu sedu sedan lagi
Pemimpin yang telah dirindukan dunia ini untuk membangun peradaban ... jadilah "pelayan" sebagai seorang Pemimpin...pemimpin belum tentu seorang pimpinan

Wednesday, March 2, 2011

Tetap Tegar


dua maret dua ribu sebelas ...
Lelap bersama nyanyian rembulan
tenang dengan alunan lagu sepi penunggu malam
berjalan telah lelah dengan langkah terpatah
menjauh dari apa yang sedang menghadang
siulan fajar menyambut bersama riuh angin pagi
dan seberkas cahaya dari ujung lembaran hijau
menyibak gemetaran semangat yang seakan telah musnah

cinta ini begitu indah...cinta ini terasa kemilaunya
begitu sangat dalam akan apa yang telah terjadi
dan sang waktu pun menjawab dengan keberaniannya melawan dunia
keberaniannya memberontak segala yang tak sesuai
keindahan yang tak kudapati di dimensi yang lain
keindahan yang telah memberiku inspirasi sampai langkah terakhirku ini

semua telah berlalu
waktu telah memberi tanggapan atas berbagai macam reaksi diri
jawaban ini memahami beban yang merangkul bersama dengan hati
aku akan tetap tegar
aku harus tetap melawan dunia ... aku bersama dengan diriku
membangun kembali harapan akan kembalinya mentari pagi esok hari
selamat jalan masa lalu

Tuesday, February 22, 2011

Berawal dari Diri

Sering kita mengeluhkan akan banyaknya problema yang ada
sering kita berontak meratapi derita yang tak kunjung reda
menunggu sesuatu yang sebenarnya tak pantas kita tunggu
menatap dengan mata akan apa yang ada di luar diri kita
Pernah kita mendengar cerita bahwa ada orang dengan cita - cita besar
yang ingin merubah dunia..tetapi dia lupa
lupa bahwa semua bukan berawal dari luar diri
semua ada pada diri kita sendiri
Semua berawal dari diri kita sendiri
sebuah jawaban ketidakmampuan mengelola diri
saat kita menganggap bahwa setiap permasalahan ada diluar sana

sumber masalah yang hanya dilihat dengan mata indra
tanpa bersama dengan mata hati melihat lebih jauh, lebih dalam
bahwa sebuah kekuatan besar itu ada pada diri

Dalam ... sebuah palung kedalaman jiwa yang membangkitkan segalanya
yang segalanya bisa jadi tak mampu menghentikan saat dia dengan tegap
berani bertindak melawan belenggu hati nurani
Setiap masalah itu bukan berasal dari orang lain, bukan dari lingkungan, bukan dari luar diri
Karena berusaha mengelola diri untuk menyesuaikan dengan yang ada
lebih sederhana dari pada kita merubah yang ada di luar sana
Kita lah harusnya yang paling kenal pada diri kita
Teruskan perjalanan menebar manfaat untuk apa yang ada disekitar kita

Wednesday, February 16, 2011

Rinduku (Aku Rela Menderita)

Rindu ku pada-Mu
seakan mewakili rasa cintaku padamu
rindu ini memang kusadari tak sebening lentera pagi
rindu yang memang tak kuasa aku menjaga nya
Terkadang engkau memang tak memberi apa yang aku harap
apa yang Kau sertakan dalam langkah ku seakan memperberat perjalananku
begitu banyaknya pesan yang ingin Kau sampaikan padaku
tetapi aku tak mampu membaca bahasamu

ku putus kan berhenti sejenak...menatap kembali ke langkahku
perjalanan lalu telah terlewati bersama dengan guguran semangat yang semakin menipis
terhenyak aku dalam sadarku...bahwa ada hal yang terlewati dari langkahku
ada berbagai macam hikmah dari semua itu...ada begitu banyak pelajaran
akhirnya aku mengerti bahwa Tuhan memberi ini agar aku bisa mengerti
memberi berbagai macam ujian yang membuatku semakin matang
sekian banyak derita yang membawa perjalananku semakin purna
aku rela menderita ... jika ini mampu menjaga rinduku tetap ada
aku rela menderita ... jika ini semakin dapat menambah cintaku pada-Mu
tetapi jika dengan bahagia juga aku dapat mencintai mu dan selalu merindukanmu
ini lebih baik jika disetiap saat aku dapat mengingat-Mu

Monday, February 14, 2011

Yang Paling Di Dunia

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau mengajukan beberapa pertanyaan:
Imam Ghazali = Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?
Murid 1 = Orang tua
Murid 2 = Guru
Murid 3 = Teman
Murid 4 = Kaum kerabat
Imam Ghazali = Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Surah Ali-Imran:185).

Imam Ghazali = Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?
Murid 1 = Negeri Cina
Murid 2 = Bulan
Murid 3 = Matahari
Murid 4 = Bintang-bintang
Iman Ghazali = Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling jauh adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran agama.
Iman Ghazali = Apa yang paling besar di dunia ini?
Murid 1 = Gunung
Murid 2 = Matahari
Murid 3 = Bumi
Imam Ghazali = Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf:179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.
IMAM GHAZALI = Apa yang paling berat di dunia?
Murid 1 = Baja
Murid 2 = Besi
Murid 3 = Gajah
Imam Ghazali = Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab:72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.
Imam Ghazali = Apa yang paling ringan di dunia ini?
Murid 1 = Kapas
Murid 2 = Angin
Murid 3 = Debu
Murid 4 = Daun-daun
Imam Ghazali = Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan sholat.
Imam Ghazali = Apa yang paling tajam sekali di dunia ini?
Murid-murid dengan serentak menjawab = Pedang
Imam Ghazali = Itu benar, tapi yang paling tajam sekali di dunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.