...

Wednesday, December 3, 2014

Sudahlah ... Ikhlaskan Saja

Apakah kau telah berusaha dengan sekuat tenaga ?
Apakah telah mengeluarkan segala upaya untuk mendapatkan cita - cita ?

selanjutnya ...
apakah yang kau dapat seperti yang diharapkan sebelumnya ?
atau malah jauh angan - angan dari yang sebenarnya ada ?




Kau pikir apa yang mereka dapat mungkin tak sebanding dengan usahanya,
Tetes keringat yang tak putus , seperti tak pernah dihargai oleh dunia,
Cucuran darah dan air mata seolah tak dapat menghapus perjuangannya,
Lalu tetap saja engkau belum puas dengan yang kau dapat sebelumnya,

       Tetap saja engkau mengeluhkan betapa tak dihargainya,
       Menggerutu pada dunia seperti tak pernah mengerti keadilan itu bagaimana,
       Ah sudahlah ikhlaskan saja ...
       Terkesan sangat naif mengatakannya kepada siapa saja,

Sudahlah ...
Kata orang jawa --- Gusti Pengeran Mboten Sare



Pandanganmu terhadap mereka yang tertatih pada dunia mungkin tidak sama,
Bisa jadi mereka jauh menemukan dunianya daripada pandanganmu tentang dunia,
Sekarang engkau yang sedang bekerja sekuat tenaga,
Yakinlah Tuhan tidak pernah berhenti memberi nikmatnya kepada manusia,

     Jika mungkin engkau sekarang merasa tak cukup diberi keadilan oleh kerja kerasmu,
     Semoga Tuhan memberi selalu kesehatan padamu, keluargamu dan semua saudara - saudaramu,
     Semoga Tuhan tetap memberi ketentraman pada rumah tangga yang kau rajut setiap waktu,
     Semoga Tuhan telah menyiapkan nikmat yang tak kau sangka-sangka sebelumnya,

Ibarat orang tua yang sedang membimbing anaknya,
Kepada yang rajin dan tekunlah orang tua akan memberi dengan mudahnya kepada mereka,
Tanpa meminta persetujuan kepadanya ataupun menunggu sang anak meminta,
Tuhan mungkin sekarang sedang tersenyum kepada mereka yang tulus bekerja tanpa pernah tahu Rahasia apa yang sudah Tuhan siapkan kepadanya,

Selamat Melanjutkan Perjalanan 







Tuesday, December 2, 2014

Ke heninganmu

Keheninganlah yang sebenarnya bisa menjadi penuntunmu



Bukankah hingar bingar malah menjadikanmu semakin kehilangan dirimu sendiri
Keramaian membuat penglihatanmu pada apa yang ada diluarmu
Pasti tak ada kesempatan untuk melihat diri sendiri
Karena memang keheningan yang jujur mengatakan apa adanya

     Dia datang tanpa kau minta atau memanggil untuk kedatangannya
     Kurang setiakah dia ... coba fikir kembali
     Tapi jauh dari semua keinginanmu ... kau mengharapkan kemeriahan
     Kau menanti riuhnya malam yang mestinya malam mengantarmu pada keheningan

Hingga fajar telah tiba ... engkau masih bercengkrama dengan dunia
Malam tetaplah malam ... dia tetap akan datang bersama keheningan sebenarnya
Tetapi kau tak kunjung berhenti bersuka ria untuk kesenangan yang tak jelas pastinya
Fajar tak berubah senyum paginya, sampai mentari melengkapi hangat cinta

    Malam ini datang tak seperti biasanya,
    Dengan ribuan rintik pertanda mendung sudah tak dapat menanggung bebannya,
    Saat itupula kemeriahan sirna seketika,
    Kembali kesendirian yang menyadarkan betapa alam begitu sebenarnya baik kepada manusia,


















Tak usainya malam dan hujan semakin menguatkan bahwa keheningan tak pernah berhenti menemani,
Karena tenyata dia tetap saja tiba walau malam berganti datang dengan teman lainnya,
Semua benar terasa saat hujan berpisah dengan malam di dalam larutnya
Kesendirianlah yang kau hadapi saat ini,
     
      Kapan kau kembali ... dan kemana kau kembali
      Pelangi jelas tak mungkin datang untuk hujan malam ini
      Keheninganlah yang membawamu pada nurani .. bukan dunia ataupun kelakarnya
      Sejujurnya dunia adalah saat dia datang bersama keheningannya

Selamat melanjutkan Perjalanan

Monday, September 22, 2014

Pelajaran dari Pengalaman

Pepatah lama mengatakan ... pengalaman adalah guru terbaik.

Saya kembali menulis dari perspektif sendiri .. jika ada yang kurang setuju, kurang berkenan monggo dilanjut saja.

Guru terbaik ... bagiku guru terbaik bukanlah guru TK - SD - SMP - SMA atau bahkan (gurunya) mahasiswa alias dosen ;
Guru itu digugu lan ditiru ... saya kurang setuju dengan anekdot "digugu yen ga kliru" ... karena jika masih kliru kenapa kita jadikan acuan.

dalam falsafah jawa ada yang disebut sebagai Guru Sejati. yaitu yang mengajarkan segala sesuatu, tidak sekedar kepada manusia tetapi juga kepada makhluk yang lainnya ;

Guru Sejati , Dialah yang mengatur segalanya ... yang mengetahui segalanya ;
dan untuk hal - hal yang paling "buruk"pun menurut pandangan kita, tidak mungkin tanpa sepengetahuanNya;
maka ... mari berkaca lagi dan bertanya ... masihkah pantas kita jumawa tentang kehidupan yang tak sekehandak dengan inginnya manusia ;


Kalimat selanjutnya adalah

"Pengalaman tidak pernah berhenti memberikan Pelajarannya"

lalu siapa yang memberi pengalaman - pengalaman kepada manusia ;
Bagaimana manusia seharusnya pada pengalaman yang telah dilewatinya ;
tak pernah berhenti dia (pengalaman) memberi sari - sari pelajaran kepada manusia ;
namun tak banyak yang mau mengerti jika satu pelajaran dari pengalaman bisa jadi dipakai untuk banyak kejadian ;

aku tak akan memaksamu untuk melangkah ... jika kau lelah , beristirahatlah sejenak
lalu kita lanjutkan perjalanan kita lagi ;

Jadi pengalaman yang kita lalui selama ini adalah jalan yang sudah di "restui" oleh sang Guru ;
Maka begitulah adanya ... pelajaran - pelajaran yang kau dapatkan dari pengalamanmu tidak lepas dari pelajaran yang Guru ajarkan kepada Hambanya ;

Selamat melanjutkan perjalanan.





Friday, August 22, 2014

Sak perlu sak madyo

Susah bungah mung tinompo sauntoro,
sak perlu sak madyo,
gak perlu digandoli nemen - nemen,
ojo wani ora jujur, ojo wani ora bener,

sepisan ora jujur, bakal ketumpuk karo apus-apus gawe nutup apus-apus sakdurunge,
nek sering ora bener, seng olo bakale malah dadi bener,
seng bener kalah karo karepe dewe nglakoni seng ora bener,
sak perlu sak madyo, seng ono ora bakal digowo,
seng ora ketoro iku sangu seng nyoto.

Sugeng nglajengaken lelakon.


==============================================
Ning ndunyo piro suwene,
njur bali ning panggonane,
ning akerat yo sejatine,

Mung amal becik yo sangune,
nanging ojo ngucap 'bodo yo ben',
golek ilmu kudu telaten.

Ning dunyo peteng mripate,
menungso kesasar dalane,
nuntut ilmu ilang faedahe.

Do sembahyang salah niate.
ning dunyo arep ngopo rumangsane,
kedabikan mrono biyayakan mrene,

Nguber kuoso lan bondo ora enteke..
kabeh do ketlandur, mesakno anak putune
 - Em Ha -

Wednesday, April 16, 2014

Tergantung Konsep Berfikirnya

Konsep berfikir tentang bagaimana menempatkan sesuatu pada tempatnya ;
tentang bagaimana melihat sesuatu dari sudutnya ;
tentang dari sejauh atau sedekat mana kita sedang mengamatinya ;

Penarikan kesimpulan terkadang juga dipengaruhi cara pandang, jarak pandang dan sudut pandangnya ;
Coba saja dengan melihat objek yang sama dengan perlakuan yang berbeda cara, sudut dan jarakya ;
itulah yang membuat berbeda orang menyimpulkan objek yang sama ;
yang repot, kalau sudah tau subyektifitas itu ada ... ada saja orang yang tidak mau terbuka untuk mencerna objektifitas ;

aku begini, bisa jadi kau begitu ... dan mereka punya pemikiran yang berbeda ;
tidak ada masalah jika outputnya untuk tujuan yang sama, meski jalannya beragam cara ;
memahami inti untuk mengurai gesekan, meski tidak dapat sama sekali hilang gesekannya ;
memahami inti agar perbedaan itu tidak jadi kunci untuk memperkuat masing-masing diri karena tak ada yang mutlak pada diri yang kecil ;


Selamat melanjutkan Perjalanan

Apanya yang bagaimana ?

Bagaimana ...Apanya yang bagaimana ?
Piye ....Apane seng piye ?
yo'opo ...Opoe seng yo'opo ?

Terkadang kita terlalusering bertanya pada hal yang kita tak pernah sungguh-sungguh merenungkannya,
Perenungan yang panjang untuk menemukan jawaban,
Terkadang kita terlalu sering menghujat, padahal kita juga punya tanggung jawab atasnya,
Karena dampak di sekitar kita juga produk pikiran atau tindakan,

Lalu apa yang akan masih kau pertanyakan dan kau hujat,
Pada orang-orang yang sebenarnya engkau juga bertindak untuknya,
Bukan sekedar mencari siapa yang bejat, Tetapi apa yang dapat kau perbuat,
Dunia tak ubahnya karya nyata dari buah perenungan kita,

Sudah hentikan hujatanmu ;
Hentikan hardikan dan makianmu pada sesamamu ;
Karena belum tentu juga engkau dapat merubah dunia dengan keangkuhan dan jumawa ;
Mari saling memperbaiki diri dan lakukan dengan penuh kebersihan jiwa ;

Kedua mata dan telingamu mestinya dapat kau jadikan pelajaran ;
Kenapa Tuhan sengaja menciptakan mereka lebih banyak jumlahnya dari pada alat bicara ;
Lihatlah apa yang baik dari dunia dan ambil cintanya ;
Dengarlah bisikan alam yang menjerit melihat tingkah manusia yang sama - sama mengumbar kerusakan ;

Perenungamu adalah jawaban terakhir dengan teman kesucian ;
Kekosonganmu adalah cahaya yang membuat Tuhan tetap bersama kebersihan jiwa ;
Dunia biarlah dia merayu dengan segala kenikmatan ;
Tuliskan pada hatimu bahwa Tuhan tetap jalan terbaik untuk merubah segalanya ;


Monday, February 17, 2014

MASA DEPAN

Bagaimana kau melihat masa depan, jika sedetik kedepanmu saja tak mampu kau lihat ;
Bagaimana kau berbicara masa depan sedang apa yang kau kerjakan sekarang saja kau tak tau ;

Masih seperti tulisan-tulisanku yang lalu ... dan bersama kita berbicara, berdiskusi ;
Bersama, dalam cengkrama tawa atau saat sendiri juga berbicara ;
aku ini "kecil" .. yang tak pasti benarnya ;
engkau pun "kecil" dengan pendapatmu ... jadi sesama orang kecil tidak usah saling mencela apalagi mencerca dengan cara berfikir yang berbeda ;

Ada banyak yang berangan-angan jauh tentang masa depannya, banyak bercerita tentang bagaimana masa depannya ... yang penuh dengan suka cita, kebahagiaan dan berbagai macam karangan tentang masa depannya ;

Lalu ... apakah memang perlu kita bergantung pada masa depan, jika engkau saja tidak yakin apakah engkau akan merasakan masa depanmu ;
Umumnya orang mengartikan masa depan dengan angka usia ... 30 tahun, 40 tahun, 50 tahun, 60 tahun ataupun satuan - satuan lain yang dia buat tentang karangan masa depannya ;
Bagaimana aku tak menyebutnya karangan, jika itu bukan sesuatu yang belum terlewati ;

di usiaku yang ke - 30 ... aku akan menjadi begini ;
di usiaku yang ke - 40 ... aku akan menjadi begitu ;
di usiaku yang ke - 50 ... aku akan menjadi bagaimana ;
di usiaku yang ke - 60 ... aku akan menjadi seperti apa ;
Begitulah masa depan dalam pandangan umumnya ;

Tetapi apakah ada keyakinan pada angka itu engkau tetap pada dunia ?
atau telah berpindah ... menjadi tak beraga ?



Lalu bagaimana kita melihatnya ... masa depan ( masa = waktu , depan = yang ada di hadapan kita )
bahwa masa dengan ukuran usia 30,40,50,60 adalah sesuatu yang jelas di hadapan kita ;
tetapi apakah 1 jam didepanmu, 1 menit didepanmu, 1 detik didepanmu bukan masa depan ?

Menurutku ...
Biar saja rencana-rencana itu ada untuk ukuran waktu yang telah umum kita percaya ;
Tetapi aku memiliki cara pandang yang mungkin berbeda ;
Jangan bergantung pada masa depan 30 ,40 ,50 ,60 dan seterusnya ;
Lakukan saja masa depan terdekatmu dengan sebaik-baiknya ;
Itulah bekal terbaikmu ... jika Tuhan masih memberimu usia diangka seperti sebelumnya kita bicara ;
Lakukan terbaik sejauh yang kita bisa, biar Tuhan yang mengurus hasilnya ;

Jangan bergantung pada "masa depan" *1, walau tetap saja kita harus punya rancangan untuk menghadapinya ;


Selamat Melanjutkan Perjalanan ;

*1 arti masa depan dalam persepktif umum yang telah berkembang disekitar kita.

Friday, February 7, 2014

T E R A M P I L


Masih seperti sebelumnya ... bahwa tulisan ini bebas kau artikan apa saja ;
Sesuai cara pandangmu, cara berfikirmu dan kesimpulan silahkan kau buat sendiri ;
Semoga saja memberi manfaat ;



Keterampilan bukan hanya tentang apa yang engkau ketahui,tetapi apa yang sudah kau lakukan ;
Keterampilan tentang output karya yang sudah dilakukan ;
Keterampilan itu tentang hasil perbuatan, tindakan dan lain sebagainya ;

Bagaimana jadi terampil, sedangkan melakukan saja tak dilalui ;
Bahwa pengentahuan (yang kita miliki) juga hal yang penting ;



Tetapi untuk ukuran terampil ....
Tidak cukup jika kita tidak punya pengalaman bagaimana melakukannya ;
Karena terampil juga berkaitan dengan insting atau hal - hal yang secara tidak sadar dia akan keluar dengan sendirinya dari dalam diri ;

Pengalaman itu sedang menulis kode kode dalam pusat syarafmu ;
Dia dengan sendirinya mengisi memori yang kau perlukan saat dinutuhkan ;

Jika kamu ingin terampil dalam satu hal, sederhanan saja ... lakukan saja, lakukan saja - ulangi lagi dan ulangi lagi ;
Jangan berkecil hati jika saat ini tak kau temui gunanya ;
Pada saatnya nanti dia kembali untuk memberi informasi untukmu berlari lebih kencang dari lainnya karena engkau pernah melakukannya hal yang mungkin sama sebelumnya ;

Selamat melanjutkan perjalanan ...



Monday, January 20, 2014

Istiqomah itu bisa jadi rapi

Menulis lagi untuk lembaran baru, meskipun sebenarnya setiap saat adalah lembaran baru ;
tetap saja dengan kebebasan membuat kesimpulan dengan cara berfikirmu ;
baik buruk, benar salah dan untuk penilaian yang lainnya biarkan ukuranmu sendiri yang menentukan jika itu untuk urusan pribadimu ;
dan berfikirlah lebih jika itu sudah menyangkut sesuatu yang ada diluar sendiri; ;

Ini bukan tentang hal yang statis ... ini sangat flexible jadi "ndak mesti" juga keputusan atau jawabannya ;
bisa jadi sekarang jawaban itu K, bisa jadi jawaban itu M .. atau apalah hurup2 lain yang dapat menggambarkan jawaban-jawabanmu ;
Bukan berarti tidak konsisten ... karena konsisten juga tetap terikat waktu ;

Lalu bagaimana dengan istiqomah ... dan bagaimana istiqomah itu bisa jadi rapi ;

jika kesimpulanku tidak sama dengan kesimpulanmu ... tidak jadi masalah to ?

yang penting tetap saja hidup rukun ... saling menghargai, menghormati dan menjaga satu sama lain.

istiqomah itu gampangnya jika seorang pengrajin anyaman dia tetap istiqomah dengan rajutan anyamannya, coba lihat saja ... indah bukan hasil rajutan anyamannya.



kamu mau menata/menanam pepohonan depan rumah ... bariskan tanaman itu dengan jarak yang sama ... bukankah indah jadinya .

tetapi sebaiknya cara berfikir tidak didasarkan pada "rajutan atau jarak tanamnya" :)

Jika membuat dasaran jangan nanggung ... karuan mentok, notok , jedug mesisan.
perkara pelaksaan menjadi sangat flexible..itu tergantung situasi dan kondisi ;

Silahkan membuat ukuran-ukuran yang menurutmu tepat, dengan tetap terus menimba ilmu.
Bisa jadi satu timbamu sekarang banyak, tetapi bagaiman jika besok musim kemarau ... apakah ukuran timba yang kau dapat saat itu sebanyak pemikiranmu sebelumnya ?
Sebaliknya jika musim hujan bagaimana ukuran timbamu ?





Thursday, November 28, 2013

Cinta Matahari

Lembaran terakhirku disini sore ini ...
aku melihat mentari yang mulai malu menampakkan wajahnya,
hamparan samudra tak lagi dapat menyembunyikan keindahan cahayanya,
di ketinggian ini aku mungkin dapat melihat lebih luas dari apa yang kau lihat dibawah sana,

diantara kebulan asap yang aku sendiri tak tau asalnya,
sedikit kata yang matahari dapat sampaikan pada dunia,
aku (matahari) tak akan kemana-mana,
aku hanya berjalan di atas rel yang Tuhan sudah gariskan padaku dan pada semua ciptaannya,



berdiri dikelilingi orbit yang mekanismenya juga masih menjadi tanda tanya,

aku tak akan kemana-mana
meski malam ini indramu tak dapat menatap diriku,
akalmu dapat memahaminya,
bahwa aku masih mencintaimu malam ini dengan rembulan dan bintang-bintang,

aku tak dapat kau lihat, tapi yakinlah kecantikan malam ini bersama bulan bintang aku tetap disana,
lalu bagaimana aku dapat menyembunyikan cintaku tanpa kau melihatnya,
nikmatilah malam ini ... dan esok aku akan kembali.


Perjalanan Sunyi

aku menjadi orang asing di negeriku sendiri,
aku menjadi orang lain ditengah saudaraku sendiri,

lalu apa yang masih kucari, jangankan mengenal negeriku, jangankan mengenal saudaraku,
tentang diriku sendiripun aku tak tau,
sebenarnya untuk siapa aku menghamba,
apakah untukmu-apakah untuk duniamu
atau untuk alasan-alasan lain yang masih tak kumengerti tujuannya,

aku sendiri - aku mati
waktu yang berlalu masih seperti jalan sunyi,
perjalanan sunyi ditengah rimba raya,
perjalanan sunyi ditengah gemerlapan dunia,

tentang daging yang sudah tak bernyawa, lalu pantaskan aku jumawa
tentang cinta dan kasih sayang, tentang harapan yang tak dapat dikenang,

aku dirimu dan kita semua,
yang berada ditengah belantara,
jiwa yang masih tergantung lehernya dan tak tau apa-apa



Thursday, November 21, 2013

Maju Kemana

dan memang seharusnya hidup itu terus berjalan "mundur"
bergerak Maju untuk menuju masa lalu
mungkin yang dimaknai antara masa depan dan masa lalu bisa berbeda
kita berawal dan berakir pada satu titik yang sama ... dan semuanya tidak ada yang berbeda 

lalu mengapa engkau masih menganggapku hina dan mengagungkan dirimu sendiri, 
jalan kita satu walau kadang jalurnya tidak sama 
Tujuan kita satu walau kadang diterjemahkan berbeda, 
Siapkan bekalmu, sebaik baik bekal untuk dirimu 

kenapa engkau masih yakin bahwa sekarang berjalan "maju" ... jika untuk satu menit didepanmu saja engkau tak tau 
justru karena ketidak tahuanmu itulah yang tetap membuatmu tetap "hidup", 
berjalanlah mundur...apakah kau dpt mlht yg akan kau hadapi 

hehe ... tetap saja kau tak pernah tau apa saja yang akan terjadi di depanmu 
kira kira ilmu pengetahuanlah cermin-cermin itu 
majumupun juga sedang menuju jalan "mundurmu" ...ah tapi mau maju, mau mundur itu tentang cara berfikir kok ... dan semua punya kuasa untuk berfikir. 


 

Wednesday, November 6, 2013

Sekolah semesta

Sekolah semesta ...
Dekat yang tak selalu kulihat;
Mengamati tapi akal kadang tak dapat menjangkaunya;






Sekolah semesta ...
Tempat sederhana sekaligus komplek dan lengkap ;
Kemanapun aku memalingkan muka tak kudapat selain DIA ;

Sekolah semesta ...
Dimana segala macam ada disana ;

Tetapi semua tak tampak oleh panca indra ;

Sekolah semesta ...

Apapun engkau namanya, disini aku berada ;

Jika aku di sekolah semesta,
Siapa guruku ?
Siapa teman-temanku di sekolah ini ? 

Kapan kita akan lulus dari sekolah semesta ?
Apakah ujian yang kita hadapi di sekolah semesta ?
Jikapun sudah lulus, apakah gelar yang pantas untuk kita sanding dibelakang nama kita?

Maaf ... mungkin aku terlalu banyak bertanya.



Tuesday, October 1, 2013

PENANTIAN

Bulan dengarkan lantunku
Bintang temanilah aku
Terangi gelap malamku

Aku ingin engkau tahu
Ku kan selalu menunggu
Hilangkan rasa letihku

Bila nanti kau mengerti
Kumohon terangi aku

Dalam hatiku
Ingatkan aku
Untuk menahan rasa hati lelahku
Yang slalu ...
Rindukan tawamu dalam hatiku

Hanya dirimu ...
Beri malamku yang menghiasi jiwa
Yang rapuh
Terlalu merindumu

Bila nanti kau mengerti
Kumohon terangi aku .....

Dalam hatiku
Ingatkan aku
Untuk menahan rasa hati lelahku
Yang slalu ...
Rindukan tawamu dalam hatiku
Ingkatkan aku ku kan tetap menantimu
Hingga hati itu
Kan jadi milikku

Tuesday, September 24, 2013

Gombalisasi Globalisasi

Ide menulis kali ini muncul setelah ada diskusi yang tiap bulannya dilakukan orang-orang pinggiran yang tetap pengen berada dijalurnya ... tanpa cita-cita muluk untuk "dunia", jangankan merubah dunia...melihat diri sendiri saja mereka perlu banyak bekerja.

Globalisasi Neolib tema yang diangkat mereka dalam diskusi.
ada banyak teman lama yang datang, karena memang kesempatan berkumpul itu tiba saat ada agenda nyangkruk bersama seperti itu. Berkumpul duduk bersama dan saling berbagi, sambung silaturahim.

Dibuka dengan pertanyaan mendasar tentang cara berfikir,
Siapa yang pertama perlu kita hadirkan dalam setiap aktifitas kita (termasuk diskusi seperti malam ini) ?
Ada yang menyebut niat, ada yang bilang semangat, ada yang berpendapat yang penting ada kopi dan rokoknya hehehehe
Tetapi yang pertama perlu dihadirkan dalam setiap aktifitas manusia adalah kesadaran kehadiran Tuhan, karena itulah cara berfikir mendasar untuk kita dapat melewati perjalanan kehidupan.
Ada dzikir yang pernah kita dengar tentang posisi Tuhan dalam  aktifitas manusia.
1. Laillahailahuwa ... Tuhan sebagai Dia
2. Laillahailaanta ... Tuhan sebagai Anda
3. Laillahailaana ... Tuhan sebagai Aku
dan ketiga hal itu mempunya konteks yang berbeda dalam kegiatannya.
Setelah yang pertama kita tau siapa yang dihadirkan pertama, maka yang kedua siapa ?
 kerangka berfikir mereka yang sedang berdiskusi sepertinya agak berbeda dari yang pertama ... hehehe dari jawaban jawaban yang dilontarkan secara substansi berfikir agak berbeda.
Nabi Muhammad lah yang kedua perlu kita hadirkan dalam setiap aktifitas setelah Tuhan kita hadirkan, karena dari beliaulah kita dapat teladan sikap dan perilaku menjadi seorang manusia yang hidup di dunia. Begitulah pembukaan untuk diskusi malam ini.

Diskusi diawali dengan menyampaikan wacana tentang Globalisasi terjadi dan lebih banyak merugikan negara. Negara amerika beserta sekutunya telah banyak mempengaruhi pola perkembanga dunia pada umumnya, banyak lembaga internasional macam PBB berserta bidang yang dinaunginya juga tidak murni dalam cita-cita negara di dunia. Masih ada saja niat terselubung yang sengaja disimpan untuk memperkuat diri masing-masing. Rencana pengembangan dunia dalam bidang Budaya, pendidikan, kesehatan, moneter juga tidak murni untuk mengembangkan tiga hal tersebut, masih banyak embel - embel lainnya.

Setelah berbicara tentang pengaruh amerika dalam hubungan internasional, dilanjut dengan wacana tentang pengaruh globalisasi di bidang IT, yang menjurus pada bidang perdagangan (kebetulan yang bicara pelaku niaga). Google sebagai mesin pencari yang sangat familier dengan masyarakat indonesia secara tidak langsung juga menjadi pintu banyaknya dana yang tidak bisa berputar di dalam negeri. Berbagai macam transaksi  online ternyata tidak melewati mekanisme perdagangan langsung yang mestinya ada beberapa hal yang dapat masuk ke devisa negara, karena semua bisa dilakukan via online (internet) maka transaksi antar penjual pembeli (antar negara) tidak melewati mekanisme aturan perpajakan. Uang tidak dapat berputar di dalam negeri resikonya pasar di dalam negeri juga dapat terdampak karenanya.

Ada yang bilang indonesia itu negara berkembang, negara ketiga ... dan lain lain lah yang mengarah pada pengkelasan pada negara indonesia sehingga menjadi menciutkan mental orang indonesia, tapi aku masih belum sepakat ... seperti biasa ketidak sepakatanku  terhadap hal-hal umum yang mungkin sudah menjadi kesepakatan bersama. Indonesia dalam sejarahnya adalah negara besar dan sampai sekarang masih tetap besar ... secara mental begitulah orang indonesia.
Mereka tetap akan bisa menikmati hidup dengan keterbatasannya, tetap dapat tersenyum dan tertawa walau sudah banyak penipu-penipu yang menjajah indonesia. 

Bagaimana tidak, mereka yang tidak mampu membeli rokok (misalnya) .. uangnya tak cukup beli satu pak .. maka dia berani beli eceran yang sebenarnya secara harga keekonomisan lebih mahal. 


Tapi begitulah orang indonesia , 
karena dia sudah maju dia tidak akan mengejar siapa-siapa, 
karena dia sudah besar, dia tidak akan mengungguli siapa-siapa.
Sesuatu yang sudah besar tidak berposisi untuk mengungguli...tetapi mewadahi (begitulah kira-kira filosofinya).
Terserah jika kalian punya cara berfikir sendiri ... Nekatnya orang indonesia adalah potensi besar

Kebetulan hadir juga dalam diskusi kali ini  ... saudara saudara kita dari komunitas Vespa di kota malang.
Ada yang menarik memang dari sikap mental saudara kita ini ... filosofi hidup mereka sangat kontras dengan fenomena yang sekarang telah berkembang di tengah masyarakat kita yang cenderung mengarah pada pola hidup individualistik. Mereka tetap saja kompak, solid tanpa pamrih - tanpa ada niatan saling menjatuhkan satu sama lain. Lihat saja di jalanan, mereka bertemu dengan sesama pemilik vespa di jalan walau tak pernah bertemu sebelumnya ... secara otomatis kekeluargaan itu muncul dengan sendirinya. Jika ada vespa mogok di jalan, tanpa minta tolongpun mereka akan tetap membantu dengan sendirinya.
ketika ditanya tentang apa yang sedang melanda negara Indonesia, ada jawaban yang menarik yang kita dapat dari mereka ...
ditanya ...
dolar yang sekarang melonjak tinggi , ngefek gak bagi mereka ? ... jawabannya TIDAK
melonjaknya harga kedelai , ngefek gak bagi mereka ? ... jawabannya TIDAK
harga BBM naik dimana-mana ,  ngefek gak bagi mereka ? ... jawabannya TIDAK

Bagi mereka dunia mau dibuat kayak apa saja sama penguasa sepertinya sama saja.
karena mungkin yang dicari sodara kita yang satu ini berbeda dengan para penguasa serakah disana.

"lebih baik makan gaplek tetap merdeka, daripada makan steak tapi terjajah" begitulah kata terakir yang diucapkannya diakir kesempatannya berbicara.

Ada semangat positif yang perlu kita teladani juga ditengah fenomena sosial dari sodara komunitas vespa, bagaimana membangun masyarakat dan dalam kesempatan ini kita patut angkat topi dan mengakui mereka lebih baik dari manusia modern pada umumnya.

Dan globalisai tetap tak bisa disalahkan...karena dia adalah kata produk manusia. Hanya perlu menempatkan pada posisi yang tepat.



Wednesday, September 4, 2013

Kita ini cuma tamu

Filosofi jawa mengatakan ... urip mung mampir ngombe
Saya kembali mengajak kita semua untuk membuka cakrawala berfikir yang lagi - lagi gak umum seperti yang sekarang berkembang ditengah kita semua.
Sebenarnya itu teori lama sih kalau mau kembali mempelajari ajaran-ajaran mbahmbah kita.

urip mung mampir ngombe ... yang aktifitasnya mampir itu kira-kira adalah yang punya rumah atau pendatang (tamu) ... hehehe iki ra dijawab juga gapapa kok.



Ya namanya tamu itu ada adabnya, ada tata kramane, begitu juga tuan rumah.
Imam Al Ghazali pernah bilang di salah satu bukunya ... bahwa "jadilah tamu yang bijaksana".
setelah dibaca-baca lagi ternyata "bertamu" yang dimaksud Al Gazhali bukan hanya aktifitas sosial kemasyarakatan dalam kerangka silaturahim habluminannas.
Manusia ini kan berasal tidak dari bumi sejatinya , datang ke bumi untuk beberapa pekerjaan (tugas)nya.
Jadi kesimpulan sementara adalah manusia adalah pendatang yang sedang singgah kebumi dan tidak akan selamanya dibumi, menungso mung mertamu ng alam bumi iki ...

saya ingin sedikit melempar pertanyaan sederhana tentang adab bertamu untuk para pendatang itu ...
1. pantaskah tamu datang kerumah langsung masuk dan mengambil semua yang ada di meja makan ?

terlalu kurang ajar sepertinya contoh diatas hehehe begini saja kalau begitu pertanyaan lanjutannya

2. anda sebagai tamu disuguhi beraneka macam makanan, lalu dengan rakus anda menghabiskan semua hidangan yang ada di meja..tanpa memperhatikan sekitarmu bagaimana ?

patut atau tidak hal-hal diatas dilakukan oleh seorang tamu ... cukup dijawab sendiri sajalah untuk direnungkan.
maka ... jika sekarang kita memang sadar sebagai "tamu"nya BUMI ... bagaimana kita seharusnya kepadanya, meski sebenarnya BUMI juga sangat baik hati mempersilahkan anda singgah, beristirahat dan memberikan banyak hidangan untuk manusia.


Selamat melanjutkan perjalanan

Monday, August 12, 2013

Pohonnya semakin tinggi ... lalu ???

Ada pepatah mengatakan ... Semakin pohon tinggi , maka semakin kencang pula angin yang akan menerpanya ... begitulah beberapa pelajaran yang kita dapatkan jika di bangku sekolah dasar (SD) guru Bahasa menerangkan materi tentang peribahasa.
kira kira aja ini ya ... kalau kita dengar peribahasa di atas,
"semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang akan menerpanya"


sederhana saja terjemahannya ... semakin tinggi tingkatan yang dicapai seseorang, maka tantangan yang akan dihadapi semakin besar pula (kalau ada yang tidak sepaham ... yang silahkan saja hehehe).
Kata "tingkatan" itu bisa diterjemahkan dalam makna apa saja lho ya.
bisa karir, bisa mental, bisa kualitas diri, bisa apa saja lah ... terserah mau diartikan kemana

lagi lagi kira-kira ... umumnya orang itu kalau di awal informasi memberikan tantangan tanggapane gmn ?
umunya orang itu kalau dengar tantangan/hambatan/resiko awalnya akan memilih menempuhnya atau menghindarinya ?

hehehe .. iki ngono jane ora dirembug yo ora masalah ... ora dipikir nemen-nemen yo ra ngefek ... pancet ae mbokde parmi sesok isuk yo  dodolan sego pecel ng pojok gang.

tapi gini deh ... jika tadi kita belajar bahasa indonesia tentang peribahasa, kita geser pelajaran kita ke IPA (Ilmu Alam)
dari kata (perbahasa) yang sama kita kaji dari sudut pandang yang berbelok agak berbeda ... tapi nanti akan kita kembalikan lagi kok.

pohon yang tinggi itu punya akar jenis apa ya ... serabut apa tunggang ... kebanyakan pohon yang secara fisik tinggi besar menjulang, dia juga akan memiliki akan yang tunggang. Sifat akan tunggal itu : menopang besar dan tingginya pohon sehingga kokoh untuk tidak gampang tumbang pohonnya.
(nek ga setuju lagi gapopo lho ... )


Jadi menurutku kesimpulane begini lho akhirnya ...
Semakin tinggi pohon, akarnya tunggang.
fitrahnya begitulah ... maka otomatis kok.
Semakin tinggi kualitas manusia, maka tantangannya akan semakin besar juga ... tetapi proses menuju tinggi (peningkatan) kualitas manusia , akan membuat pondasinya akan semakin kokoh juga kok.

Maka tenang saja ... ga usah kawatir untuk menjadi lebih baik.
Tentang hambatan/kendala/tantangan/resiko yang akan kita hadapi itu ... bekal kita cukup kok ... kan kalau sudah tinggi - akarnya tunggang ... hehehe :D

Selamat melanjutkan Perjalanan.




Monday, July 15, 2013

Waktunya Sahur



Sudah waktunya bangun ... sekarang bulan Ramadhan ... bagi orang - orang yang beriman sekarang diwajibkan untuk berpuasa (Q.S Al Baqarah). Jam 3-an lah kita bangun sekarang untuk sahur, sunah yang dilakukan dalam rangkaian ibadah puasa. Sahur bisa jadi adalah komitmen awal kita setelah niat untuk menyakinkan diri bahwa setelah ini kita akan berpuasa.

Puasa itu menahan diri (arti dasarnya), kalau secara Fiqih setauku puasa itu menahan diri untuk tidak makan, tidak minum dan berhubungan tubuh (untuk yang suami istri).

Ulama tasawuf membedakan puasa menjadi 3 :
1. Puasanya orang awam (umum)            = menahan lapar, haus dan tidak berhubungan suami istri.
2. Puasanya orang khusus (khowas)        = yang berpuasa juga indranya (panca indra).
3. Puasanya orang khowasul khowas      = selain berpuasa dari makanan, minuman juga berpuasa indranya serta berpuasa hati dan fikiran (sehingga hati fikiran juga berpuasa).

Kita kaji dulu saja dari puasanya orang awam...menahan diri dari makan, minum dan hubungan suami istri.
menurutku ini spirit yang luar biasa hebat untuk manusia umumnya saja..bukan orang dengan ilmu dan kesaktian tingkat tinggi :D hehe
bukankan makan itu sesuatu yang diperbolehkan, minum juga begitu to ... makan minum bahkan kebutuhan kita secara mendasar ... bayangkan saja kita tidak minum selama beberapa jam saja, mungkin rasanya sangat kering tenggorokan kita.
bayangkan kalau kita tidak makan selama beberapa hari..mungkin akan lemes saja yang kita rasakan.
(karena umumnya manusia biasa begitu).
tentang hubungan suami istri ... menikah (bersuami istri) bukankah ada hadist yang mengatakan setengah dari agama adalah menikah. Jadi menikah juga hal yang malah sangat dianjurkan, dan konsekuansi logis ketika kita menikah maka berhubungan suami istri yang dilarang sebelum kita menikah lalu diperbolehkan setelah menikah.
Semua yang kita tahan selama puasa itu adalah hal-hal yang sebenarnya boleh to ...

Tetapi tetap saja kita disuruh berpuasa, meskipun semua itu adalah hal yang diperbolehkan.
Apakah kalau tidak ditahan kita akan memakan semua makanan yang ada dihadapakn kita, sehari bisa jadi kita makan 10 kali dan kita akan meminum segala cairan yang ada didepan kita tanpa memperhatikan jumlah dan kandungan minuman itu...lak yo ndak to ...
Apakah kalau kita setelah menikah dan boleh berhubungan suami istri, kita semau mau akan berhubungan suami istri sehari semalam 10 kali ... dan dimana saja kita akan berhubungan suami istri tanpa memperhatikan ruang sosial kita...lak ya ndak to ...

Lalu bagaimana untuk menahan diri dari hal-hal yang diperbolehkan lainnya ... kapan kita akan memulai berpuasa, sehingga tetap terjaga keseimbangan kosmos (makro dan mikro).

Bukankah kita boleh mencari harta ...
tetapi apakah tidak perlu berpuasa mencari harta ?
Bukankah kita boleh memaksimalkan alam ...
tetapi apakah tidak perlu berpuasa dalam memanfaatkan alam semesta (eksplorasi-eksploitasi) ?


sudah Waktunya kita Sahur.



Monday, June 24, 2013

Tentang Manajemen

Kembali lagi melihat sesuatu dari sisi yang lain, yang mungkin tidak banyak juga orang memikirkannya...tapi gak popo "tak pikire dewe" hahahha

Tentang manajemen

Wikipedia bilang begini tentang manajemen
Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti "seni melaksanakan dan mengatur."[1] 
Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. [2] 
Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.[3] 
Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.[4]


Tapi itu wikipedia ... aku punya pendapat yang berbeda boleh saja kan, meskipun prinsipnya sama sebenarnya.
Kita ambil makna gampangnya manajamen menjadi mengatur.
Manajemen digunakan untuk membantu mencapai tujuan (umumnya organisasi), tapi bukankah aktifitas sehari-harimu juga perlu diatur.
Wong Tuhan saja sudah sedemikian telitinya mengatur aktifitas harian kita dengan sistematisnya mekanisme tubuh ... bayangkan saja jika setiap makanan yang ditelan itu tidak diatur kapasitasnya sehingga otomatis dia keluar jika mencapai limitnya.

Bagaimana dengan aktifitas yang lain-lainnya yang kita diberi wewenang juga untuk menentukan "iya atau tidaknya" ... kita punya banyak aktifitas yang mungkin harus dikerjakan secara bersamaan ... jika tidak diatur waktu dan konsentrasinya, bagaimana kita bisa menyelesaikannya.

Dan juga begini ... jika kita punya tujuan hidup tenang, tenteram dan damai ... apakah untuk hal-hal itu tidak perlu kita atur juga. Berbagai masalah yang datang bisa jadi akan menghambat tujuan hidup kita yang satu ini...lalu apa yang harusnya perlu kita atur.
Menurutku adalah cara berfikir kita ... ukuran-ukuran yang kita jadikan untuk membuat kesimpulan tentang kejadian yang kita hadapi.

Jika Dirimu tak lebih besar dari masalah ... bisa dipastikan hidupmu akan banyak susahnya.
Karena kamu yang hidup, dan masalah itu benda mati ... aneh rasanya kalau manusia menjadi kecil karena sedang mendapat masalah.

sebesar-besarnya masalah dia tidak akan pernah lebih besar dari Dirimu.

Selamat melanjutkan Perjalanan



Monday, June 3, 2013

Referensi Tunggal

Tidak ada teori apapun yang tidak merujuk pada teorinya Tuhan
coba cari saja kalau masih tidak percaya, bagaimana teori gravitasi ditemukan ?
bagaimana teori relativitas juga ditemukan ?
itu untuk teori-teori ilmu pengetahuan yang sering kita temui di sekolah (dunia akademisi),
ternyata dalam hal keseharianpun, kita juga tidak bisa lepas dari bagaimana teori-teori yang Tuhan rujukan untuk ciptaannya,
kita sebut saja bahwa teori itu adalah Sunatullah ... maka segala tindakan kita tidak akan lepas dari hal-hal yang dicontohkan oleh Sunatullah itu sendiri.

Waktu lihat salah satu iklan tv di kamar, ketemu juga ternyata bahwa beberapa acara undian berhadiah tidak murni bahwa itu adalah tentang keberuntungan ... mereka yang punya peluang menang lebih besar juga karena ada usaha yang mungkin dilakukan lebih besar untuk undian itu.

sebut saja ... acara undian berhadiah disalah satu Bank Udin ... ternyata juga yang punya peluang menang lebih besar juga pada mereka yang punya saldo tabungan lebih besar dari yang lain, kasus lain adalah tentang undian lewat sms, dan banyak contoh lainlah tentang hal-hal itu.

Tetapi sebaiknya tidak disempitkan pada jumlah uang (tabungan) atau jumlah sms yang dikeluarkan lho ya cara berfikir tentang apa yang kita usahakan...lebih kepada apa potensi kita yang secara rela benar-benar dikeluarkan untuk mendapatkan "hadiah" itu.


Masih ada banyak contoh lain,
tentang apa yang dapat anda jadikan rujukan dari Teori (Sunatullah) nya Tuhan,
dan tidak ada yang mungkin tidak ada hubungannya secara dasar berfikir dengan Teori Tuhan.